KOTA CIREBON, (FC).- Upaya pengentasan kemiskinan di Kota Cirebon terus dilakukan melalui penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon memilih strategi pemberdayaan ekonomi kreatif dengan menitikberatkan pada kemandirian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Alih-alih menyalurkan bantuan langsung, DKUKMPP lebih memfokuskan perannya pada penguatan kapasitas dan daya saing UMKM agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah dinamika pasar. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan dalam mendorong perbaikan ekonomi masyarakat.
Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Dr. Iing Daiman, mengatakan pihaknya mengambil peran melalui skema intervensi tidak langsung untuk menekan angka kemiskinan.
Salah satunya, lanjut Iing, dengan memastikan UMKM tetap produktif dan memiliki akses terhadap ekosistem usaha yang lebih luas.
“Yang kami dorong adalah keberlangsungan usaha UMKM. Mulai dari pendampingan produksi, peningkatan kualitas produk, hingga membuka akses pemasaran dan pembiayaan,” ujar Iing, Sabtu (3/1/2026).
Ia menegaskan, DKUKMPP bukan lembaga penyalur modal keuangan. Namun, peran dinas lebih diarahkan sebagai fasilitator yang membekali pelaku usaha dengan peningkatan kompetensi dan keterampilan agar mampu mengelola usaha secara mandiri.
“Modal yang kami berikan bukan uang, melainkan peningkatan kapasitas. Kami ingin pelaku UMKM berpikir jangka panjang, tidak hanya memproduksi, tetapi juga menjaga kualitas, kesinambungan usaha, serta strategi promosi,” jelasnya.
Menurut Iing, pembinaan UMKM yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat memberikan dampak berantai bagi perekonomian daerah. Ketika usaha berkembang, kebutuhan tenaga kerja pun akan meningkat dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.
“UMKM yang tumbuh akan menciptakan lapangan kerja. Dampaknya bukan hanya dirasakan pemilik usaha, tetapi juga masyarakat luas melalui peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi,” ungkapnya.
Selain sektor UMKM, kata Iing, DKUKMPP juga mengoptimalkan peran koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat. Salah satu program yang tengah didorong adalah Koperasi Merah Putih, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Melalui program tersebut, masyarakat didorong memanfaatkan potensi lingkungan sekitar, seperti lahan pekarangan rumah, untuk kegiatan produktif seperti pertanian skala rumah tangga. Langkah ini sejalan dengan target pembangunan Kota Cirebon menuju kemandirian pangan pada 2027.
“Ketika penghasilan terbatas, masyarakat tetap memiliki sumber pangan sendiri. Inilah yang menjadi bagian dari strategi ketahanan ekonomi keluarga,” pungkas Iing. (Agus)

















































































































Discussion about this post