INDRAMAYU, (FC).- Penanganan kasus dugaan tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum guru pembina ekstrakurikuler di wilayah Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, terus berlanjut. Korban yang diperkirakan puluhan murid SMP tersebut mendapatkan perhatian khusus.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Caridin, mengaku sangat prihatin dengan adanya kasus tersebut. Ia menilai, tindakan oknum guru pembina ekstrakurikuler itu telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu.
“Kami langsung turun ke lapangan untuk menyikapi kasus tersebut,” ujar Caridin, saat ditemui FC, Senin (27/4).
Caridin mengatakan, pihaknya fokus melakukan upaya pendampingan dan pembinaan kepada para korban. Hal itu untuk mengantisipasi agar para korban tidak merasa trauma.
“Ya kami lakukan trauma healing, bimbingan, arahan, pendmapingan kepada para siswa agar mereka tidak trauma. Harus tetap semangat belajar dan terus melanjutkan pendidikannya,” katanya.
Upaya itu dilakukan Disdikbud bersama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Indramayu.
Ia menyatakan, hingga hari ini para korban masih bersekolah seperti biasa. Begitu pula kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMP swasta itupun tetap berjalan normal.
Tak hanya itu, lanjut Caridin, pihaknya juga memberikan pengarahan kepada para guru di sekolah tersebut. Ia menegaskan, kasus tersebut tidak boleh terulang lagi di masa depan.
“Kasus ini jadi pelajaran agar kami terus melakukan pembinaan. Kami berharap tidak terjadi lagi di tempat lain,” tukasnya.
Terkait oknum guru yang menjadi pelaku dalam kasus itu, Caridin memastikan, pihak sekolah sudah memberhentikan sejak Maret, atau saat kasus itu baru mencuat. Ia menyatakan, oknum guru itu bukan berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan hanya bekerja dibawah yayasan sekolah tersebut.
“Sudah diberhentikan oleh yayasan di sekolah tersebut. Dan kemungkinan tidak akan diterima di sekolah lain,” katanya.
Caridin menambahkan, pihaknya pun mendukung penuh langkah kepolisian yang menangani kasus tersebut. Ia juga meminta agar kasus tersebut diusut secara tuntas, termasuk mengenai kemungkinan adanya oknum pelaku lainnya.
Seperti diketahui, dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu digegerkan dengan mencuatnya aksi bejat yang dilakukan oleh dua oknum guru ekstrakurikuler. Mereka tega melakukan dugaan pencabulan terhadap murid SMP di Kecamatan Anjatan.
Dikabarkan ada puluhan murid yang menjadi korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh dua oknum guru mereka. Namun hingga kini, Disdikbud masih melakukan pengumpulan data mengenai jumlah pasti murid yang menjadi korban.
Jajaran Satreskrim Polres Indramayu pun diketahui telah menangkap satu dari dua pelaku. Sedangkan satu pelaku lainnya melarikan diri.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan dari korban dalam kasus tersebut. Ia memastikan, seorang terduga pelaku yang belum tertangkap saat ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan sedang dalam pengejaran polisi.
“Saat ini pelakunya sedang kita kejar,” jelasnya. (Agus Sugianto/FC)









































































































Discussion about this post