MAJALENGKA, (FC).- Kompetisi BRI Super League 2025/2026 tinggal menyisakan satu pertandingan lagi. Namun hingga pekan terakhir, perebutan gelar juara masih belum benar-benar selesai.
Maung Bandung hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan trofi musim ini tetap berada di Bandung sekaligus mencatatkan sejarah hattrick juara liga. Namun di balik hitung-hitungan klasemen, sepak bola sering menghadirkan cerita yang sulit ditebak.
Kadang tim yang paling diunggulkan mampu menuntaskan segalanya dengan sempurna. Tapi tak jarang pula, sebuah musim berubah hanya dalam satu pertandingan terakhir.
Karena itu, sebagian orang percaya bahwa di balik strategi, kerja keras, dan kualitas pemain, selalu ada takdir Tuhan yang ikut menentukan arah perjalanan sebuah tim. Kini suasana itulah yang tengah menyelimuti Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.
Persib semakin dekat menuju gelar juara setelah sukses menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5) kemarin.
Pada laga tersebut, Persib sempat mendapat tekanan sejak awal pertandingan. PSM Makassar tampil agresif dan beberapa kali mengancam lini pertahanan Maung Bandung.
Namun perlahan Persib mampu keluar dari tekanan. Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-35 melalui Thom Haye.
Gelandang tim nasional Indonesia itu sukses memanfaatkan umpan tarik Berguinho sebelum melepaskan sepakan kaki kiri yang gagal diantisipasi Hilmansyah.
Kemenangan itu terasa semakin penting setelah di pertandingan lain Borneo FC gagal meraih poin penuh usai ditahan imbang tanpa gol oleh Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Hasil tersebut membuat Persib kini mengoleksi 78 poin, unggul dua angka dari Borneo FC yang berada di posisi kedua dengan 76 poin.
Di atas kertas, peluang Persib untuk menjadi juara memang jauh lebih besar. Selain unggul poin, tim asuhan Bojan Hodak juga memiliki rekor kandang yang sangat impresif sepanjang musim ini. Persib bahkan belum pernah kalah saat bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Dari seluruh pertandingan kandang musim ini, Persib mencatatkan 15 kemenangan dan hanya sekali imbang.
Statistik tersebut menjadi modal besar jelang laga penentuan melawan Persijap Jepara. Namun justru di situlah tekanan terbesar muncul.
Semakin dekat sebuah tim dengan trofi, semakin besar pula beban yang harus dipikul para pemain. Apalagi harapan ribuan Bobotoh kini berada di pundak Marc Klok dan kawan-kawan.Sedikit saja lengah, mimpi besar itu bisa berubah menjadi penyesalan panjang.
Sementara itu, Borneo FC masih menjaga asa meski peluang juara tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri. Tim berjuluk Pesut Etam wajib memenangkan laga terakhir melawan Malut United sambil berharap Persib tumbang di tangan Persijap.
Jika skenario tersebut terjadi, klasemen akhir bisa berubah drastis dan Borneo FC berpeluang menyalip di tikungan terakhir.
Namun jalan Borneo FC juga tidak mudah. Malut United datang bukan sekadar pelengkap pertandingan terakhir. Tim asal Maluku Utara itu beberapa kali mampu merepotkan klub-klub papan atas musim ini dan berpotensi menjadi batu sandungan bagi Pesut Etam.
Situasi semakin menarik karena laga terakhir Borneo FC akan berlangsung lebih dulu pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.30 WIB. Jika gagal menang atas Malut United, peluang juara Borneo otomatis tertutup.
Namun apabila mampu meraih tiga poin, harapan itu masih tetap hidup sambil menunggu hasil pertandingan Persib Bandung kontra Persijap Jepara yang dimainkan pada malam harinya.
Meski situasi semakin sulit, semangat skuad asuhan Fabio Lefundes belum padam. “Laga pamungkas dan kami akan berjuang sampai akhir,” tulis Borneo FC melalui akun resmi klub.
Bagi Borneo FC, musim ini belum selesai. Karena selama peluit akhir belum berbunyi, peluang sekecil apa pun masih bisa berubah menjadi kenyataan.
Menariknya, Persijap Jepara kini justru berpotensi menjadi penentu arah juara musim ini. Tim asal Jepara tersebut tengah berada dalam tren positif setelah sukses menahan imbang Borneo FC.
Bahkan pada putaran pertama musim ini, Persijap juga sempat menumbangkan Persib Bandung dengan skor 2-1. Hasil itu membuktikan bahwa Persijap bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Jika kembali mampu membuat kejutan saat menghadapi Persib di GBLA, arah perebutan gelar musim ini bisa berubah total. Karena itu, laga terakhir diprediksi berlangsung penuh tensi dan emosi. Persib berada di ambang sejarah besar. Sementara Borneo FC masih menggantungkan harapan pada kemungkinan terakhir yang tersisa.
Pada akhirnya, sepak bola memang bukan sekadar soal angka di klasemen. Ada kerja keras, air mata, keyakinan, dan harapan yang berjalan bersamaan sepanjang musim. Namun setelah semua usaha dilakukan, manusia hanya bisa menunggu hasil akhirnya.
Sebab di pengunjung musim ini, publik sepak bola Indonesia kembali diingatkan bahwa tak ada yang benar-benar pasti sebelum pertandingan terakhir selesai dimainkan. Dan mungkin, di situlah takdir Tuhan akan menentukan siapa yang pantas menjadi juara musim ini, Persib Bandung atau Borneo FC Samarinda. (Munadi)











































































































Discussion about this post