INDRAMAYU, (FC). – Institusi pendidikan berstandar internasional yang berbasis active learning yaitu Eco Socio Tech School (EST) School. Kini hadir di Kabupaten Indramayu.
Kehadiran EST School itu ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Redea Institute, yang sebelumnya beranam HighScope Indonesia, dan Yayasan Wira Yodan Cendekia.
EST School merupakan pendidikan modern dan kokoh yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan, dampak sosial, dan pemanfaatan teknologi secara beretika sejak usia dini, kini hadir di Kabupaten Indramayu.
Founder & CEO Redea Institute, Antarina SF Amir, mengatakan melalui kerja sama itu, jajarannya terdorong untuk menciptakan ekosistem teknologi, lingkungan, dan manusia berjalan selaras di Indramayu.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas dukungan, keterbukaan, serta kepercayaan besar yang diberikan oleh para mitra strategis dan masyarakat Indramayu,” ujar Antarina SF Amir, Kamis (21/5)
Ia mengatakan, langkah awal itu pun bakal memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak, dan mewujudkan generasi Indonesia yang tangguh, unggul, serta siap menghadapi tantangan global.
Selama lebih dari tiga dekade berkiprah sebagai HighScope Indonesia, Redea Institute telah memelopori metode pembelajaran aktif dan tumbuh dari pendidikan anak usia dini hingga menjadi ekosistem pendidikan K-12 yang utuh.
Kini, Redea Institute membawa semangat kepeloporan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi melalui EST School, dan menjadi puncak dedikasi pendidikan berbasis riset dan wujud nyata komitmen berkelanjutan terhadap keunggulan bangsa.
“Melalui filosofi bahwa belajar adalah sebuah perjalanan dan bukan perlombaan, siswa EST School Indramayu dipersiapkan sejak usia dini untuk menjadi inovator, pemecah masalah yang kreatif, dan pemimpin yang berintegritas di abad ke-21,” kata Antarina SF Amir.
Sementara Ketua Pembina Yayasan Wira Yodan Cendekia, Anggawira, menyampaikan, peresmian EST School Indramayu yang direncanakan beroperasi mulai Oktober 2026 itu merupakan panggilan jiwa sekaligus tujuan hidupnya.
Sebagai putra daerah yang lahir di Indramayu, pihaknya melihat Indramayu masih tertinggal dalam hal kualitas sumber daya manusia, sehingga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membangun dan meningkatkannya.
“Saat ini, belum ada sekolah dengan standar nasional maupun internasional di Indramayu, dan hadirnya EST School adalah langkah nyata kami untuk membawa perubahan tersebut,” ujar Anggawir
Didukung manajemen yang berpengalaman dan kurikulum yang adaptif, kehadiran EST School ditargetkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi berkarakter kuat untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Di bawah naungan Redea Institute, EST School Indramayu juga berkomitmen penuh untuk menjaga standar kualitas yang tinggi, sehingga orang tua merasa tenang untuk memercayakan masa depan putra-putrinya.
Pemilik Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu sekaligus Pembina Yayasan Wira Yodan Cendekia, Yosia Yodan, mengakui, Anggawira pertama kali menyampaikan keinginannya untuk mendirikan sekolah di Indramayu saat peresmian program Middle School di Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu.
Ia mengenal Anggawira sebagai sosok mentor yang memiliki semangat luar biasa di HIPMI, dan selalu memberikan teladan bagi seluruh anggota di daerah tentang bagaimana menjadi seorang pengusaha pejuang.
“Semangat ini yang mendorong kami untuk turut berkontribusi di EST School Indramayu, dan berkomitmen mempersiapkan tim terbaik yang memiliki kompetensi unggul, demi memberikan hasil nyata yang dirasakan langsung orang tua murid,” pungkasnya. (Agus Sugianto)










































































































Discussion about this post