INDRAMAYU, (FC).- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, melakukan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan menjelang Idul adha. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual dalam kondisi sehat dan layak kurban.
Pemeriksaan dilakukan di bazar hewan kurban di Jalan Tanjungpura, Kecamatan Indramayu, Selasa (19/5), bersamaan dengan mulai ramainya pasar ternak musiman menjelang Idul adha.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Indramayu, drh Dian Daju mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan merupakan pemeriksaan antemortem atau pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong.
“Kita melakukan pemeriksaan hewan yang nantinya dijual untuk hewan kurban. Sasarannya hewan-hewan yang dipasarkan di tempat penjualan,” katanya.
Dian menyampaikan, pihaknya menerjunkan 30 petugas pemeriksa hewan kurban yang bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jabar III.
Petugas juga akan melakukan pemeriksaan di lapak pedagang hingga lokasi pemotongan pada saat Iduladha dan hari Tasyrik. Hewan yang dinyatakan sehat akan diberi tanda kalung sehat.
“Nanti dilanjutkan pemeriksaan postmortem di tempat pemotongan untuk memastikan daging kurban yang dibagikan ke masyarakat aman dan sehat,” ujarnya.
Dian menyebut, sejauh ini belum ditemukan hewan kurban yang sakit atau tidak layak jual. Namun, jika ditemukan hewan yang tidak memenuhi syarat, petugas tidak akan memberikan tanda sehat.
“Kita imbau masyarakat memilih hewan kurban yang sehat dan sudah diberi tanda kalung sehat,” terangnya.
Sementara itu, pedagang domba mulai merasakan peningkatan penjualan hewan kurban dibanding tahun lalu. Pedagang domba asal Plumbon, Abdul Halim mengungkapkan, sejak membuka lapak pada 14 Mei lalu, sebanyak 13 ekor domba telah terjual.
“Alhamdulillah mulai ramai. Dari buka lapak tanggal 14 Mei sampai sekarang sudah terjual 13 ekor,” ungkapnya.
Tahun ini ia menyediakan 59 ekor domba, baik dari Garut maupun lokal Indramayu, dengan harga mulai Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per ekor.
Menurut Abdul Halim, harga hewan kurban tahun ini naik sekitar Rp300 ribu dibanding tahun lalu. Meski begitu, minat masyarakat tetap tinggi.
“Baru bongkar saja sudah dapat pelaris dua ekor yang besar-besar,” pungkasnya. (Agus Sugianto)












































































































Discussion about this post