KUNINGAN, (FC).- Universitas Kuningan (Uniku) kembali meluluskan sebanyak 805 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Gelombang III Tahun 2025 dalam acara Yudisium Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi Guru yang digelar di Ballroom Asmarandana Grand Cordela Hotel Kuningan, Jawa Barat, Jumat (30/1).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pembina, Pengurus dan Pengawas Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK), pimpinan Universitas Kuningan, sivitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), para guru pamong, staf administrasi PPG, serta mahasiswa peserta yudisium.
Rektor Uniku Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., yang diwakili Wakil Rektor I Dr. Toto Supartono, M.Si., mengatakan, dari total 805 mahasiswa PPG Daljab Gelombang III Tahun 2025, sebanyak 53 peserta mengikuti prosesi yudisium secara luring, sementara sisanya secara daring.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata komitmen Universitas Kuningan dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan profesi guru di Indonesia,” ujar Toto.
Ia menambahkan, Uniku juga patut berbangga karena berhasil melahirkan Guru Besar dari kader internal kampus sendiri, yang menjadi tonggak sejarah penting bagi pengembangan akademik di Kuningan.
“UNIKU menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Kuningan yang mampu mencetak Guru Besar dari rahim kampus sendiri. Ini menegaskan keseriusan kami dalam membangun kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FKIP Uniku Dr. Asep Jejen Jaelani, M.Pd., menegaskan bahwa kelulusan ini bukan sekadar capaian akademik, melainkan proses pembentukan jati diri sebagai pendidik profesional.
“Hari ini Bapak dan Ibu tidak hanya lulus sebagai guru bersertifikat, tetapi lahir sebagai agen perubahan bagi masa depan anak-anak bangsa,” ujarnya.
Jejen mengajak para lulusan untuk terus berkolaborasi dengan kampus dalam menghadirkan inovasi pembelajaran, penelitian berbasis kelas, serta praktik pendidikan yang transformatif.
“Kampus dan sekolah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita harus berjalan bersama sebagai ekosistem pendidikan yang hidup dan saling menguatkan,” katanya.
Ia juga menitipkan pesan agar para guru mendorong peserta didik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekaligus mengenalkan Universitas Kuningan sebagai rumah pembelajaran dan pembentukan karakter.
“Titip UNIKU kepada anak-anak didik Anda. Dorong mereka untuk bermimpi tinggi dan melanjutkan pendidikan,” pesannya.
Pembina YPSAK, Drs. Ngatimin DS, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Guru jangan pernah berhenti belajar. Dunia terus berubah, ilmu berkembang, dan teknologi bergerak maju. Guru yang terus belajar adalah guru yang mampu menyalakan harapan dan membentuk peradaban,” tuturnya.
Ia menegaskan, YPSAK berkomitmen penuh mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
“Kami percaya masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas guru yang kita lahirkan hari ini,” pungkasnya.(Angga)









































































































Discussion about this post