HIMA Diksatrasia UGJ Gelar Bulan Bahasa 2026
KOTA CIREBON, (FC).– Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA Diksatrasia), Fakultas Pendidikan dan Sains (FPS) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bahasa 2026 pada 26-28 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 FPS dan Auditorium Kampus Utama UGJ Cirebon itu mengusung tema “Penguatan Literasi Bahasa dan Sastra sebagai Fondasi Generasi Unggul dan Berdaya Saing Global”.
Rangkaian kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta melalui sejumlah perlombaan yang ditujukan untuk meningkatkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia sekaligus mengembangkan kemampuan literasi generasi muda.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPS UGJ Cirebon, Dr. Juwanda, M.Pd., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bahasa 2026 telah terlaksana dengan sukses.
“Rangkaian acara Bulan Bahasa HIMA Diksatrasia 2026 telah dilaksanakan dengan jumlah ratusan peserta lomba,” ujar Juwanda, kepada wartawan, Rabu (28/10).
Sejumlah perlombaan yang digelar meliputi Lomba Puisi tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-wilayah Ciayumajakuning, Lomba Pidato tingkat SMP/MTs sederajat se-wilayah Ciayumajakuning, serta Lomba Esai tingkat nasional.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Seminar Bulan Bahasa 2026 yang menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi.
Seminar tersebut menghadirkan Dedi Kurniadi, S.Sos., dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon serta Dr. Meilan Arsanti, M.Pd., dosen berprestasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Sultan Agung, Semarang.
Kegiatan berlangsung kondusif dengan partisipasi aktif peserta. Seminar itu menjadi ruang diskusi untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya penguatan literasi bahasa dan sastra di tengah perkembangan zaman.
Juwanda menjelaskan, Bulan Bahasa merupakan salah satu upaya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPS UGJ untuk meningkatkan kesadaran, kecintaan, dan kepedulian mahasiswa terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki pemahaman akademis yang kuat, tetapi juga perlu mengembangkan kreativitas, daya kritis, serta kompetensi berbahasa dan bersastra yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Bulan Bahasa juga perlu menjadi ruang inspirasi, kolaborasi, dan aktualisasi potensi generasi muda dalam menjaga martabat bahasa Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan literasi di era digital,” tuturnya. (Agus)



Tinggalkan Balasan