KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 1.544 guru ngaji, guru madrasah diniyah, pengajar TPA/TKA/RA, serta takmir masjid di Kabupaten Kuningan menerima bantuan stimulan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp617 juta, dengan masing-masing penerima memperoleh Rp400.000.

Penyaluran bantuan tersebut dituntaskan melalui kegiatan di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (28/10).

Bantuan ini menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian para pengajar agama dan pengurus masjid dalam membina kehidupan keagamaan serta membentuk karakter masyarakat.

Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, mengapresiasi kontribusi para guru ngaji dan takmir masjid yang selama ini mendidik generasi muda, meski kerap bekerja dalam keterbatasan.

“Jangan melihat semata-mata nilainya, tetapi lihatlah ini sebagai bentuk penghargaan kami kepada Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Dian.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur, seperti jalan, sekolah, dan jembatan. Penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan juga harus mendapat perhatian.

Ia menilai, guru ngaji memiliki peran penting dalam menanamkan kejujuran, kepedulian, dan akhlak mulia sejak dini. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.

Perhatian pemerintah daerah terhadap pengajar agama juga diwujudkan melalui program Ngaji Diri atau Nyaah ka Santri, ka Guru Ngaji, jeung Pesantren Mandiri.

Pada 2026, Pemkab Kuningan mengalokasikan anggaran Rp1,2 miliar untuk tunjangan guru ngaji, dengan bantuan Rp1 juta per orang selama satu tahun.

Dian berharap para guru ngaji dan takmir masjid terus menjalankan pengabdiannya serta menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan akhlak, persaudaraan, dan kegiatan sosial masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kuningan, Asep Z. Fauzi, menjelaskan bahwa bantuan kepada 1.544 penerima disalurkan secara bertahap dan kini telah rampung.

Penerima tersebar di 376 desa dan kelurahan, dengan alokasi empat orang untuk setiap desa dan kelurahan.

Pada tahap terakhir, bantuan disalurkan kepada 214 penerima dari Kecamatan Kuningan, Cigugur, Sindangagung, dan Kramatmulya. Nilai bantuan pada tahap tersebut mencapai Rp85,6 juta.

Asep mengatakan, penyaluran tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat.

Sinergi dengan pemerintah daerah juga terus diperkuat untuk mendukung program pemberdayaan dan kesejahteraan umat.

Kolaborasi tersebut turut diarahkan untuk mendukung program unggulan daerah, termasuk Gema Sadulur dan Ngaji Diri, melalui penguatan gerakan filantropi serta pendayagunaan dana umat.

Melalui lima program unggulannya, yakni Kuningan Peduli, Kuningan Sehat, Kuningan Cerdas, Kuningan Makmur, dan Kuningan Taqwa, BAZNAS Kabupaten Kuningan juga telah menyalurkan bantuan dengan total sekitar Rp1,41 miliar berdasarkan laporan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

BAZNAS berharap partisipasi masyarakat, aparatur sipil negara, kalangan pendidikan, mahasiswa, serta masyarakat desa dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah terus meningkat sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. (Angga)