UNISA Kuningan Wisuda 231 Sarjana dan Magister, Lulusan Dituntut Adaptif Hadapi Era AI
KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 231 mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan resmi diwisuda dalam Wisuda ke-XI Program Sarjana dan Magister, Sabtu (7/11).
Para lulusan diingatkan agar tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Rektor UNISA Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah, mengatakan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal perjalanan bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), otomatisasi sistem, dan pemanfaatan big data telah mengubah berbagai sektor kehidupan. Kondisi tersebut menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi lebih dari sekadar ijazah dan nilai akademik.
“Dunia industri dan masyarakat tidak lagi hanya melihat selembar ijazah atau seberapa tinggi IPK. Pertanyaan utama yang akan Saudara hadapi adalah solusi riil apa yang dapat Saudara hadirkan untuk memecahkan masalah di sekitar kita,” tegasnya.
Ia menegaskan, gelar sarjana maupun magister bukan jaminan untuk berada di zona aman. Karena itu, para lulusan harus terus meningkatkan kemampuan melalui reskilling dan upskilling, mengasah pola pikir kritis, kecerdasan emosional, serta membangun ketahanan mental.
Di sisi lain, Nurul Iman mengingatkan agar kemajuan teknologi tetap diimbangi nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, akal budi, adab, dan empati merupakan karakter penting yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan.
“Teknologi boleh semakin pintar, tetapi nilai-nilai spiritual dan adab-lah yang menjaga agar kepintaran tersebut tetap berada pada jalan kebermanfaatan bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan menjadi pembelajar sepanjang hayat, berani menciptakan peluang kerja, memperkuat jejaring dan kolaborasi, serta menjaga nama baik almamater melalui karya dan prestasi.
Selain kompetensi keilmuan, lulusan UNISA diharapkan menjadikan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal sebagai pedoman dalam kehidupan. Kejujuran, integritas, amanah, dan akhlakul karimah harus menjadi identitas yang melekat pada setiap lulusan.
Dalam kesempatan tersebut, Nurul Iman turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan wali wisudawan atas pengorbanan serta doa yang mengantarkan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Keberhasilan para wisudawan yang duduk tegak di ruangan ini hari ini adalah buah manis dari tetesan keringat, pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya, serta doa-doa di sepertiga malam yang tak pernah putus dari Bapak dan Ibu sekalian,” tuturnya.
Ia berharap, 231 lulusan tersebut dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. UNISA Kuningan juga diharapkan terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang mencetak generasi unggul, beriman, bertakwa, serta berdaya saing global. (Angga)



Tinggalkan Balasan