KOTA CIREBON, (FC).- Selasa dini hari (19/5), sebuah rumah di wilayah RW 03 Dukuh Semar, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon terbakar hebat.
Saat itu kondisi di tempat kejadian baru surut dari banjir yang menerjang dan warga baru pulang dari pengungsian. Dan rumah yang terbakar sebelumnya terendam banjir hampir satu meter.
Pantauan di lokasi menunjukkan petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api di tengah akses gang yang sempit dan gelap.
Di dalam rumah yang sudah hangus, sejumlah petugas Damkar terlihat menyisir puing-puing bangunan sambil menyingkirkan seng dan perabot yang runtuh untuk memastikan tidak ada bara api tersisa.
Wahid, Ketua RT setempat, mengatakan saat kebakaran terjadi sebagian warga masih berada di lokasi pengungsian akibat banjir yang cukup parah. “Ya, mengungsi semua. Kan sudah surut semua, terus mereka pulang. Api sudah di atas,” ujar Wahid, saat diwawancarai di lokasi kejadian, Selasa (19/5).
Dikatakan Wahid, api kemungkinan berasal dari korsleting listrik, karena rumah tersebut terendam banjir.
“Warga baru menyadari kebakaran setelah terdengar suara keras dari bagian atas rumah. Sudah kedengaran ‘klatak-klatak-klatak’, terus minta tolong, tolong, tolong. Nah warga datang semua,” katanya.
Warga sekitar kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam datang ke lokasi. “Iya langsung, seadanya pakai ember, pakai apa,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Kesiapsiagaan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon, Nurjaman mengatakan, rumah yang terbakar diketahui merupakan bangunan rumah singgah bagi anak-anak kurang mampu penerima bantuan Pemkot Cirebon.
“Ternyata yang terbakar itu sebuah bangunan tempat rumah singgah bagi anak-anak yang kurang mampu atau yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Cirebon,” ucap Nurjaman.
Selain bangunan rumah, sejumlah dokumen penting milik penghuni juga ikut hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
“Tadi dari pemilik juga melaporkan bahwa ada beberapa dokumen atau surat-surat tanah yang ikut terbakar,” jelas dia.
Menurut Nurjaman, pihak Damkar nantinya akan membantu memberikan surat keterangan kebakaran untuk keperluan administrasi dokumen yang hilang akibat kebakaran tersebut.
“Sehingga nanti mungkin kita dari Damkar bisa memberikan surat keterangan bahwa terjadi kebakaran yang mengakibatkan surat-surat atau dokumen ikut terbakar,” katanya.
Nurjaman menambahkan, proses pemadaman sempat mengalami kendala lantaran lokasi rumah berada jauh dari jalan raya dan hanya bisa diakses melalui gang sempit.
“Kami kerahkan empat unit dari mako dan tim rescue. Aksesnya cukup lumayan sulit karena harus memasuki gang dan mobil tidak bisa melalui jalan tersebut,” ujarnya.
Setelah berjibaku selama sekitar satu jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan kobaran api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun atap rumah dan sebagian besar isi bangunan ludes terbakar.
“Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik pascabanjir,” tutupnya. (Agus)














































































































Discussion about this post