INDRAMAYU, (FC).- Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi peluncuran lumbung pangan gratis di Desa Malangsemirang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (15/5).
Program tersebut dinilai mampu membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Peluncuran lumbung pangan gratis itu disambut antusias warga karena memberikan akses sembako gratis bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut.
Lucky Hakim menyampaikan, Pemerintah Desa Malangsemirang tidak hanya menghadirkan program bantuan pangan, tetapi juga mengembangkan usaha budidaya jamur sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Tidak hanya lumbung pangan gratis, Pemdes Malangsemirang juga punya usaha budidaya jamur yang sudah berkembang. Insya Allah saya akan memberikan bantuan modal untuk membeli alat agar bisa produksi secara mandiri,” ujar Lucky.
Kepala Desa Malangsemirang, Rusmono Syafi’i mengatakan program lumbung pangan sebenarnya telah direncanakan sejak lama.
Namun pelaksanaannya baru dapat direalisasikan tahun ini menyesuaikan agenda bersama pemerintah daerah.
“Alhamdulillah hari ini baru terlaksana dan antusias masyarakat sangat luar biasa. Mudah-mudahan ke depan kita terus bersinergi dengan pendopo, kecamatan, dan desa untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Rusmono menjelaskan, program lumbung pangan tersebut bersumber dari anggaran ketahanan pangan tahun 2025 sebesar 30 persen atau sekitar Rp182 juta.
Dana itu dibagi dalam dua tahap, yakni untuk pengembangan usaha budidaya jamur dan penyediaan sembako gratis bagi masyarakat.
Menurutnya, sebagian keuntungan dari usaha budidaya jamur akan diputar kembali sebagai modal usaha, sementara sebagian lainnya dialokasikan ke lumbung pangan dalam bentuk sembako gratis.
“Semua sembako di lumbung pangan ini gratis dan bisa diambil kapan saja oleh warga Desa Malangsemirang yang membutuhkan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data delapan asnaf atau kategori masyarakat yang berhak menerima bantuan, seperti lansia, jompo, dan janda lanjut usia.
Pemerintah desa juga telah memiliki basis data warga sehingga penyaluran bantuan dinilai lebih tepat sasaran.
Sementara bagi warga yang tidak masuk kategori penerima bantuan, pemerintah desa menyiapkan program pemberdayaan ekonomi melalui budidaya jamur.
“Kalau tidak memenuhi syarat bantuan, kita kasih pekerjaan supaya bisa punya penghasilan dan membeli kebutuhan sendiri,” ungkapnya.
Rusmono menambahkan, ke depan Desa Malangsemirang menargetkan mampu memproduksi media tanam jamur atau baglog secara mandiri. Desa tersebut juga ingin berkembang menjadi sentra budidaya jamur dari hulu hingga hilir.
“Usaha budidaya jamur memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan. Selain dijual dalam kondisi segar dengan harga sekitar Rp15 ribu per kilogram, jamur juga dapat diolah menjadi jamur crispy dengan nilai jual lebih tinggi hingga mencapai Rp75 ribu per kilogram,” pungkasnya. (Agus Sugianto)















































































































Discussion about this post