KOTA CIREBON, (FC).- Sejumlah advokat dari Pos Bantuan Hukum Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (Posbakum FORMASI) Melakukan pertemuan dengan Walikota Cirebon, Effendi Edo, Selasa (12/5).
Direktur Eksekutif Posbakum FORMASI Cirebon, Fahmi Aziz SH mengatakan, tujuan pertemuan adalah untuk meminta klarifikasi dari wali kota, terkait polemik antara Iva Syahroni Sembiring, yang saat ini menjadi klien Posbakum FORMASI dengan wali kota Cirebon.
Fahmi Aziz SH meminta sikap tegas dari Walikota segera menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi, terlebih persoalan ini melibatkan profesi advokat. Juga meminta wali kota untuk menghargai profesi advokat, sebagai profesi yang mulia dalam penegakan hukum dan demokrasi.
“Iya, kami ingin pak wali kota tegas, agar persoalan ini tidak berkepanjangan, dan menimbulkan preseden buruk terhadap penghormatan profesi Advokat,” tegasnya.
Dikatakan Fahmi, kliennya, Iva Syahroni, sudah ikut berjuang dalam proses pemenangan pasangan Wali Kota dan Wakil Walikota Cirebon pada Pilkada Kota Cirebon pada tahun 2024 lalu, sampai pada akhirnya pasangan Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati dinyatakan menang, dilantik dan saat ini menjabat.
Oleh karena itu, menurut Fahmi, penghargaan terhadap perjuangan dan kontribusi tersebut penting demi menjaga marwah profesi advokat.
Sementara, Fahmi melayangkan kritik bahwa sikap Walikota saat ini dinilai kurang memberikan penghormatan terhadap profesi hukum.
“Walikota harus mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh klien kami dalam ikut berjuang memenangkan Pilkada. Bagaimana kalau seorang Walikota saja tidak bisa menghargai profesi advokat, apalagi masyarakat biasa,” kata Fahmi.
Pihaknya berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika, penghormatan profesi, serta kepastian hukum demi menjaga kondusivitas di Kota Cirebon.
Sementara itu, Walikota Cirebon, Effendi Edo tak berbicara banyak soal pertemuannya dengan para advokat Posbakum FORMASI tersebut.
Ia hanya membenarkan, bahwa dirinya sudah bertemu dan hanya pertemuan biasa.
“Itu hanya ngobrol-ngobrol biasa saja, semua aman, baik-baik saja,” ucap Edo singkat. (Agus)














































































































Discussion about this post