INDRAMAYU, (FC). – Sapi jenis Limosin dan Simmental menjadi primadona hewan kurban yang paling dicari warga Indramayu menjelang Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah. Tingginya antusiasme masyarakat membuat stok sapi berukuran jumbo itu ludes terjual.
Kondisi tersebut terlihat di lapak penjualan hewan kurban yang berlokasi di Jalan Cimanuk Barat, Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Minggu (10/5).
Meski kandang masih tampak dipenuhi hewan, sebagian besar sapi dan kambing di lokasi tersebut sebenarnya telah berstatus terpesan oleh pembeli.
Nurjaya, penjaga sekaligus pemelihara hewan kurban di lapak tersebut, mengatakan jumlah stok hewan kurban yang disediakan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah pembeli justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.
“Ada peningkatan sedikit. Hitungannya ini untuk kambing sudah laku semua, tinggal sisa beberapa ekor saja. Untuk sapi sendiri sudah laku lebih dari separuhnya,” katanya.
Nurjaya menjelaskan, sapi jenis Limosin dan Simmental menjadi favorit masyarakat karena postur tubuhnya yang jauh lebih besar dan berisi dibanding jenis lainnya.
Permintaan yang tinggi bahkan membuat stok sapi premium seharga puluhan juta rupiah habis lebih awal.
“Jenis Metal (Simmental) dan Limosin itu yang paling laku. Sapi yang harganya Rp48 juta sudah habis semua, sekarang sudah tidak ada lagi stok yang ukuran jumbo,” jelasnya.
Di lapak ini, harga sapi ditawarkan bervariasi mulai dari Rp22 juta hingga Rp48 juta per ekor.
Sementara untuk hewan kurban jenis kambing, dibanderol pada kisaran harga Rp4,5 juta hingga Rp5,5 juta.
Meskipun permintaan naik, Nurjaya menyebut harga tahun ini relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan drastis dari tahun sebelumnya.
“Sebenarnya harga masih sama, tidak jauh berbeda. Hanya ketersediaan barangnya saja yang menyesuaikan. Sekarang pembeli banyak juga yang mencari harga yang lebih terjangkau,” terangnya.
Guna memastikan kepuasan pelanggan, pihak pengelola lapak sangat memperhatikan kesehatan hewan.
Pemberian vitamin, antibiotik, hingga asupan pakan tambahan seperti onggok, ampas tahu, konsentrat, serta hijauan (jerami dan rumput) rutin dilakukan.
“Kami berusaha memberikan yang terbaik buat pelanggan, supaya kondisi hewan tetap sehat dan prima sampai hari penyembelihan nanti,” pungkas Nurjaya. (Agus Sugianto)








































































































Discussion about this post