KUNINGAN, (FC).- PT Rumah Tani Nusantara resmi menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan pertanian modern berbasis energi terbarukan melalui pemanfaatan lahan kritis.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada penanaman pohon Pongamia Pinnata sebagai bahan baku bio avtur sekaligus upaya mengembalikan produktivitas lahan tidak produktif di sejumlah daerah.
Penandatanganan kerja sama dilakukan di BRIN Cibinong dan menjadi bagian dari pengembangan energi hijau berbasis potensi lokal serta penguatan ketahanan pangan dan energi nasional.
CEO PT Rumah Tani Nusantara, Bahtiar mengatakan, program tersebut akan menyasar lahan kritis di Aceh dan Kabupaten Kuningan.
“Kami menargetkan pengembangan di lahan kritis Aceh seluas 13 ribu hektar dan di Kabupaten Kuningan sekitar 500 hektar,” ujar Bahtiar, Sabtu (9/5).
Menurutnya, proyek itu tidak hanya berorientasi pada pengembangan energi terbarukan, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui konsep pertanian terpadu.
Dalam penerapannya, lahan akan dikelola menggunakan sistem tumpang sari dengan menanam Pongamia Pinnata bersamaan dengan tanaman pangan dan perkebunan seperti kopi, cabai, serta jagung.
Melalui pola tersebut, petani tetap dapat memperoleh penghasilan dari hasil panen tanaman pangan sambil menunggu tanaman energi memasuki masa produksi.
“Petani tetap bisa mendapatkan hasil ekonomi dari tanaman pangan yang ditanam bersamaan,” katanya.
Selain mendukung pengembangan energi ramah lingkungan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mempercepat hilirisasi hasil riset agar inovasi teknologi pertanian dapat langsung diterapkan di lapangan.
Rumah Tani Nusantara bersama BRIN berharap program tersebut mampu menjadi model pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan sektor pangan, energi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem modern berbasis riset dan inovasi. (Angga)









































































































Discussion about this post