INDRAMAYU, (FC). – Seorang penyapu koin meninggal dunia usai tertabrak kendaraan Tractor Head Hino Nopol B 9975 UEM yang mengalami kecelakaan di Jalur Pantura, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Kamis (7/5)
Keterangan yang berhasil dihimpun FC, peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah melakukan aktivitasnya, kemudian datang dari arah Cirebon menuju Jakarta melaju sebuah truk kontainer dengan nomor polisi B 9975 UEM yang dikemudikan oleh Ariansyah
Diduga, supir hilang keseimbangan menabrak median jalan dan langsung menabrak seorang penyapu koin, Surtinih (40 tahun), warga Desa Cilandak lor, Kecamatan Anjatan.
Naas bagi Surtinih, tubuhnya tertabrak truk kontainer yang melaju kencang sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia ditempat.
“Korban tersangkut dibawah kolong truk kontainer tersebut,” jelas Kurdi warga di lokasi kejadian.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu, Ipda Masnan membenarkan kejadian tersebut. Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
“Korban tertabrak seorang perempuan bernama Surtinih. Saat kejadian korban sedang duduk menunggu lemparan koin dari pengendara dan tertabrak,” jelas Masnan.
Dia menjelaskan, Peristiwa ini berawal saat kendaraan truk yang dikendarai oleh Ariansyah itu datang dari arah Cirebon menuju Jakarta.
Setibanya di lokasi, kendaraan besar tersebut tiba-tiba hilang keseimbangan dan oleng ke kanan. Mobil itu lalu membentur median jalan dan menabrak korban.
Masnan menyebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian, serta rusaknya kendaraan tersebut.
Posisi akhir bagian depan truk berwarna hijau itu keluar dari badan jalan dan nyaris terperosok ke sisi jembatan.
“Selain mengakibatkan korban meninggal dunia, kecelakaan ini juga mengakibatkan buk dan tiang jembatan rusak, serta kendaraan tersebut,” ujar dia.
Petugas kepolisian masih berupaya mengevakuasi kendaraan truk yang mengalami kecelakaan tersebut.
Meski begitu, kondisi arus lalu lintas tidak sampai mengalami kemacetan. Petugas kepolisian juga disiagakan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas di lokasi kejadian.
Aktivitas penyapu koin di Jembatan Sewo ini sebelumnya juga sempat disorot oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat momen arus mudik Lebaran 2026 kemarin.
Dedi menilai aktivitas tersebut membahayakan bagi pengendara yang melintas maupun pelaku penyapu koin.
Keberadaan penyapu koin ini juga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di Jalur Pantura.
Dedi saat itu bahkan mendatangi lokasi Jembatan Sewo untuk memberikan imbauan langsung kepada para penyapu koin.
“Saya minta tolong hentikan aktivitas menyapu koin selama mudik dan saya akan berikan kompensasi Rp 50.000 perhari jadi selama seminggu musim mudik jadi totalnya Rp 600.000 buat bapak dan ibu,” kata Dedi Mulyadi pada kesempatan itu.
Insiden penyapu koin tertabrak kendaraan di Jembatan Sewo juga bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya pada Selasa (24/3/2026), seorang penyapu koin tertabrak mobil Isuzu Nopol B 7764 BDA. Mobil yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon itu oleng dan menabrak penyapu koin bernama Said (42).
Korban saat itu mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.
“Kami ingatkan kembali bahwa aktivitas penyapu koin di Jembatan Sewo ini sangat membahayakan, baik untuk pelakunya maupun pengendara yang melintas,” kata Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna. (Agus Sugianto)













































































































Discussion about this post