INDRAMAYU, (FC). – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Indramayu, Prof. Dr. Ahmad Junaidi, S.H., M.H.,M.Si, mengecam keras tindakan drama dalam kasus pembunuhan satu keluarga di kelurahan Paoman Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu.
Perihal tersebut diungkapkan pimpinan PDM Indramayu dalam sebuah video berdurasi kurang dari dua menit yang viral media sosial, Selasa (5/5)
Ahmad Junaidi berbicara atas nama pribadi sekaligus warga Muhammadiyah Indramayu, mengecam keras adanya upaya-upaya yang dianggap ingin membuat kacau jalannya persidangan.
Dia menyoroti adanya oknum yang menjadikan pengadilan sebagai ajang drama dan bahan konten demi kepentingan pribadi.
Untuk itu Ahmad Junaidi mengingatkan semua pihak untuk tidak melupakan kekejaman peristiwa yang menewaskan lima orang korban dalam satu keluarga tersebut yang terjadi di rumah korban di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu.
Dirinya juga meminta agar tidak ada pihak yang membela pelaku dengan cara-cara yang tidak semestinya, bahkan mengingatkan agar tidak membuat kerusuhan di wilayah kabupaten Indramayu.
“Silakan pengacara membela pelaku di pengadilan, namun jalankan tugas anda dengan benar dan sesuai dengan perundang-undangan,” ujar Ahmad Junaidi dalam video tersebut.
Selain itu, memperingatkan agar tidak mempertontonkan kebohongan, karena setiap tindakan akan dipertanggungjawabkan baik di hadapan hukum maupun di hadapan Allah SWT.
Ahmad Junaidi menegaskan dirinya bersama warga Muhammadiyah tetap menaruh kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum (APH) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Indramayu.
Dia menyatakan kesiapan warga Muhammadiyah untuk terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas agar keadilan benar-benar ditegakkan bagi para korban. (Agus Sugianto)











































































































Discussion about this post