KOTA CIREBON , (FC).– Momen penuh haru menyelimuti kepulangan bintang Timnas Futsal Indonesia, Yogi Saputra, ke kampung halamannya di Karanganyar Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Minggu (8/2/26).
Usai berjuang membela Merah Putih di ajang AFC Futsal Asian Cup 2026, Yogi tak langsung larut dalam euforia kemenangan.
Ia memilih pulang untuk satu tujuan mulia: mempersembahkan medali untuk sang ibu tercinta yang tengah sakit.
Kedatangan pemain bernomor punggung 14 itu pada Minggu siang disambut hangat keluarga dan warga sekitar.
Rumah sederhana tempat ia dibesarkan mendadak ramai oleh tetangga yang ingin menyaksikan langsung kepulangan sang pahlawan olahraga, bahkan tak sedikit yang mengabadikan momen dengan berswafoto bersama.
Namun bagi Yogi, sorotan warga bukanlah yang utama. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyerahkan medali hasil perjuangannya di pentas Asia kepada ibundanya yang terbaring lemah.
“Medali ini untuk Ibu. Doa beliau yang selalu menguatkan saya di lapangan,” ujar Yogi.
Yogi merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Perjalanan kariernya di dunia futsal tak lepas dari dukungan besar kedua orang tuanya, terutama sang ayah yang telah lebih dulu berpulang.
Sejak kecil, ayahnya selalu bermimpi melihat Yogi mengenakan seragam dengan lambang Garuda di dada. Kini, mimpi itu telah menjadi kenyataan.
“Bapak dulu selalu bilang, apa pun yang terjadi harus tetap berjuang. Hari ini saya bisa sampai di titik ini karena pesan beliau,” kenangnya.
Di ajang AFC Futsal Asian Cup 2026, Yogi menjadi salah satu pilar penting skuad asuhan pelatih Hector Souto. Ia tampil penuh semangat saat menghadapi tim-tim kuat Asia seperti Jepang dan Iran.
Menurutnya, pertandingan tersebut menjadi pengalaman paling berharga sepanjang kariernya.
“Melawan Jepang dan Iran itu luar biasa. Kami belajar banyak. Semoga saya bisa terus konsisten dan membantu Timnas Indonesia suatu hari nanti lolos ke Piala Dunia Futsal,” katanya penuh harap.
Sebelumnya, perjuangan Timnas Indonesia di partai final juga menuai pujian. Skuad Garuda mampu membuat salah satu raksasa futsal Asia kerepotan hingga pertandingan harus ditentukan lewat drama adu penalti. (Agus)









































































































Discussion about this post