KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar edukasi keamanan informasi dan perlindungan data pribadi bagi aparatur sipil negara (ASN), Rabu (15/4), di Aula Diskominfo Kuningan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas ASN dalam menjaga keamanan data di tengah pesatnya transformasi digital.
Kepala Diskominfo Kabupaten Kuningan, Ucu Suryana, mengatakan hampir seluruh aktivitas pemerintahan kini telah berbasis elektronik, mulai dari pelayanan publik hingga komunikasi internal.
“Sekarang semua sudah berbasis elektronik. Kalau tidak merespons perubahan ini, kita akan tertinggal. Maka kita harus beradaptasi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kuningan saat ini didukung sekitar 98 aplikasi yang digunakan perangkat daerah. Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman siber juga semakin kompleks.
Ucu mengingatkan ASN agar menjaga data pribadi dan keamanan informasi dengan penuh tanggung jawab.
“Keamanan bukan hanya soal sistem, tetapi juga perilaku pengguna,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti hasil uji keamanan atau penetration testing terhadap aplikasi perangkat daerah. Menurutnya, setiap celah yang ditemukan harus segera diperbaiki.
“Rekomendasi hasil uji keamanan harus dilaksanakan. Jangan sampai celah yang sudah diketahui justru dibiarkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kuningan, Nia Kurniasih, mengatakan kesadaran individu menjadi kunci utama dalam mencegah kebocoran data.
“Kebocoran data tidak selalu berasal dari sistem, tetapi sering kali akibat kelalaian pengguna, seperti penggunaan perangkat tidak aman atau mengakses tautan mencurigakan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hana Pratiwi, memaparkan berbagai ancaman siber, mulai dari phishing, malware, hingga potensi kebocoran data di ruang digital.
“Keamanan informasi harus dikelola secara sistematis. Namun yang paling penting adalah kesadaran individu, karena manusia sering menjadi titik terlemah dalam sistem keamanan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip dasar keamanan informasi, yakni kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity), dan ketersediaan (availability) data.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber terkait tantangan serta solusi dalam pengelolaan keamanan informasi di lingkungan perangkat daerah.
Melalui kegiatan ini, ASN di Kabupaten Kuningan diharapkan semakin memahami pentingnya perlindungan data pribadi serta mampu menerapkan praktik keamanan informasi guna mendukung pelayanan publik yang aman dan terpercaya. (Angga)












































































































Discussion about this post