KAB.CIREBON, (FC).- Ribuan pelayat memadati kawasan Pondok Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Senin (1/6), untuk mengantarkan sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH Adib Rofiuddin Izza, ke peristirahatan terakhirnya di Makbaroh Gajah Ngambung Buntet Pesantren.
Suasana haru menyelimuti kompleks pesantren sejak siang hari. Para santri, ulama, tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, hingga masyarakat umum berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ulama kharismatik yang dikenal luas karena kesederhanaan dan pengabdiannya kepada umat.
Lautan manusia terlihat memenuhi area rumah duka hingga kompleks pemakaman. Lantunan doa dan tahlil terus mengiringi prosesi pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Dalam prosesi tersebut turut hadir jajaran pejabat kepolisian, mulai dari Kapolda Jawa Barat hingga perwakilan Mabes Polri. Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan atas kiprah dan kontribusi KH Adib dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
KH Adib Rofiuddin Izza wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Senin (1/6). Kabar wafatnya dikonfirmasi Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Pondok Buntet Pesantren, KH Aris Ni’matullah, sekitar pukul 09.15 WIB.
Jenazah almarhum kemudian diberangkatkan dari Jakarta dan tiba di kediaman keluarga di Buntet Pesantren sekitar pukul 14.00 WIB.
Ribuan pelayat yang telah menunggu sejak pagi langsung memadati lokasi untuk mendoakan almarhum sebelum dimakamkan.
“Almarhum tiba di kediamannya siang tadi dan langsung dimakamkan di Makbaroh Gajah Ngambung Buntet Pesantren,” ujar salah satu kerabat keluarga.
Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani, yang juga merupakan kerabat almarhum, menyampaikan bahwa keluarga masih fokus menerima para pelayat dan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
“Almarhum sudah tiba di Buntet dan dimakamkan di Makbaroh Buntet,” katanya.
KH Adib merupakan salah satu ulama terkemuka di lingkungan Nahdlatul Ulama. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada masa khidmah 2004-2015 dan kembali dipercaya pada periode 2022-2027. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Mustasyar PBNU pada masa khidmah 2015-2021.
Lahir di Cirebon pada 28 Agustus 1965, KH Adib merupakan putra pertama pasangan KH Izzuddin bin KH Ahmad Zahid Abdul Jamil dan Nyai Hj Nihayah binti KH Busyrol Karim.
Sejak kecil hingga dewasa, ia menempuh pendidikan agama di lingkungan Pondok Buntet Pesantren sebelum melanjutkan studi ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang dan memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren Mangkang.
Selain mengasuh Pondok Buntet Pesantren, KH Adib dikenal aktif berkiprah di tingkat nasional. Sosoknya dikenal rendah hati, terbuka, serta dekat dengan berbagai kalangan.
Kediamannya kerap menjadi tempat silaturahmi para tokoh, ulama, pejabat, hingga masyarakat yang datang untuk berdiskusi maupun meminta nasihat.
Kepergian KH Adib Rofiuddin Izza meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pondok Buntet Pesantren, warga Nahdlatul Ulama, dan masyarakat luas. Dedikasinya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada umat menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang. (Ghofar)











































































































Discussion about this post