KAB.CIREBON, (FC).- Kabupaten Cirebon menargetkan mempertahankan predikat juara umum pada ajang Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) SD Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Kota Bekasi, 17–18 Juli mendatang.
Sebanyak 72 peserta terbaik telah disiapkan untuk berlaga pada delapan cabang perlombaan, yakni Cerdas Cermat PAI, Seni Qasidah Rebana, Praktik Salat Berjamaah, Praktik Adzan, Dai Cilik, Kaligrafi Islam, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ).
Bupati Cirebon, H Imron, mengatakan upaya mempertahankan gelar juara umum menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan persiapan lebih matang dibandingkan saat pertama kali meraih prestasi tersebut.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis peserta, tetapi juga penguatan mental, karakter, dan nilai-nilai keagamaan.
“Mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya. Kami berharap seluruh peserta memiliki mental juara dan mampu tampil maksimal,” ujar Imron saat memberikan pembinaan kepada kafilah Pentas PAI SD Kabupaten Cirebon di Kecamatan Kedawung, Kamis (16/7).
Ia menilai Pentas PAI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda melalui penguatan keimanan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta pengembangan seni budaya Islam sejak usia dini.
Imron menegaskan, Pemkab Cirebon akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan agama sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang berkarakter dan berprestasi.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cirebon, H Mochamad Syafrudin, menyampaikan bahwa seluruh peserta yang diberangkatkan telah melewati proses seleksi dan pembinaan secara intensif.
Pembinaan tersebut, kata dia, dilakukan untuk meningkatkan kesiapan peserta, baik dari sisi kemampuan teknis, mental, spiritual, maupun fisik agar mampu bersaing dengan peserta dari kabupaten/kota lain di Jawa Barat.
“Target kami bukan hanya mempertahankan juara umum, tetapi juga meningkatkan kualitas pembinaan pendidikan agama Islam serta membangun budaya berprestasi di kalangan peserta didik,” katanya.
Syafrudin menjelaskan, persiapan kafilah melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI), pelatih, hingga guru pembina.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Pemkab Cirebon optimistis kafilahnya mampu kembali menorehkan prestasi terbaik dan mempertahankan gelar juara umum Pentas PAI SD Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. (Ghofar)









































































































Discussion about this post