KAB. CIREBON, (FC).- SMPN 2 Suranenggala, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon menorehkan langkah progresif dalam dunia pendidikan dengan meresmikan ekstrakurikuler terbaru bertajuk GELITIK (Gerakan Literasi dan Transformasi Sampah Organik dan Anorganik).
Peluncuran yang berlangsung meriah pada Sabtu, (4/04) tahun 2026 ini menjadi simbol kuat semangat sekolah dalam menjawab tantangan literasi digital sekaligus krisis lingkungan.
Acara Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan melalui Pengawas Sekolah, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon yang diwakili langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) terkait.
Seluruh siswa, guru, hingga staf tata usaha tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang sarat akan nilai edukasi dan kepedulian alam.
Kepala SMPN 2 Suranenggala, Ibu Hj. Tri Gayatri, S.Pd., MM, menegaskan bahwa GELITIK bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan langkah konkret sekolah untuk menumbuhkan karakter siswa di tengah gempuran arus digital.
”Penting bagi kita untuk mengambil langkah nyata dalam meningkatkan minat baca dan kepedulian menjaga alam. Melalui GELITIK, kita dorong siswa mengurangi plastik dan mendaur ulang sampah menjadi karya bernilai. Ini adalah literasi inklusi; bukan hanya tentang membaca teks, tapi tentang melahirkan karya,” ujar Ibu Hj. Tri Gayatri dalam sambutannya.
Ekskul GELITIK menjadi satu-satunya wadah literasi di sekolah tersebut dengan tiga pilar utama.
Literasi Membaca: Melalui program SNANDA Membaca, Gerobak Baca, dan Bengkel Literasi.
Literasi Budaya: Upaya melestarikan kearifan lokal.
Transformasi Sampah: Mengubah limbah menjadi karya inovatif.
Aksi Nyata: Dari Redaton hingga Bank Sampah
Keseruan acara memuncak saat seluruh warga sekolah melakukan aksi Redaton, yaitu kegiatan membaca buku non-pelajaran secara massal.
Suasana hening namun inspiratif tercipta berkat iringan musik instrumen yang membantu siswa lebih fokus dan nyaman saat menyelami halaman demi halaman buku.
Tak berhenti di situ, siswa juga dilatih membentuk kebiasaan baru melalui program Bank Sampah.
Para siswa diimbau membawa sampah plastik dari rumah untuk ditabung, sebuah langkah yang juga dipraktikkan langsung oleh para guru dan staf TU sebagai bentuk keteladanan nyata.
Inovasi ini diharapkan mampu menjadikan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran modern.
Dengan koleksi buku bertema lingkungan dan fitur interaktif, siswa didorong untuk memperluas wawasan tanpa batas ruang dan waktu.
Komitmen Menuju Generasi BERKILAU
Sebagai penutup prosesi launching, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Dinas Pendidikan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, serta seluruh unsur sekolah.
Komitmen ini menjadi janji suci untuk terus mengembangkan budaya literasi dan menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.
Semangat baru ini diharapkan mampu membawa siswa-siswi SMPN 2 Suranenggala (atau yang juga dikenal sebagai karakter siswa SMPN 2 Suranenggala menjadi generasi BERKILAU—akronim dari Beriman, Berkarakter, Berwawasan Ilmu Global, dan Berbudaya Lingkungan. (red/FC)









































































































Discussion about this post