KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan (Diskatan) terus menghadirkan program konkret untuk memperkuat ekonomi petani sekaligus mendorong pertanian yang berkelanjutan dan selaras dengan karakter wilayah. Salah satunya melalui penyaluran bantuan bibit kelapa genjah dan pupuk organik powder yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.
Desa Tanjungkerta, Kecamatan Karangkancana, menjadi salah satu lokasi monitoring pelaksanaan program tersebut, Kamis (8/1/2026). Bantuan disalurkan langsung kepada kelompok tani penerima manfaat sebagai modal awal pengembangan usaha tani jangka menengah dan panjang.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi serta mendorong alih komoditas dari kelapa sawit menuju tanaman yang lebih sesuai, ramah lingkungan, dan berkelanjutan tanpa mengabaikan keberlangsungan ekonomi petani.
Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah menjelaskan bahwa khusus di Desa Tanjungkerta, bantuan yang disalurkan berupa 4.070 bibit kelapa genjah dan 12.210 kilogram pupuk organik powder.
“Bantuan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam mendukung petani. Kelapa genjah kami dorong sebagai komoditas unggulan baru yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan, sekaligus sebagai alternatif alih komoditas dari kelapa sawit, dengan dukungan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan produktivitas lahan,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, secara total Diskatan telah menyalurkan 38.500 bibit kelapa genjah dan 115.500 kilogram pupuk organik ke berbagai wilayah Kabupaten Kuningan, yang diperuntukkan bagi pengembangan lahan seluas kurang lebih 350 hektare.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik, Wahyu juga turun langsung ke lapangan melakukan monitoring guna memastikan bantuan diterima petani dengan baik, tepat sasaran, dan siap dimanfaatkan.
“Monitoring kami lakukan agar bantuan ini benar-benar memberi manfaat nyata. Pemerintah tidak hanya menyalurkan, tetapi juga mengawal pelaksanaannya,” tegasnya.
Dari sisi potensi usaha, kelapa genjah dinilai memiliki keunggulan karena mulai berbuah pada usia 3-4 tahun, produksi relatif stabil sepanjang tahun, serta memiliki nilai pasar yang terus tumbuh baik dari air kelapa maupun olahan daging buah seperti santan dan minyak kelapa.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjungkerta Iwan Febri Suwandi menyampaikan apresiasi atas bantuan dan pendampingan yang diberikan pemerintah daerah.
“Kami menyambut baik bantuan bibit kelapa genjah dan pupuk organik ini. Semoga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani dan menjadi penggerak peningkatan ekonomi masyarakat desa,” ungkapnya.
Melalui program bantuan yang tepat sasaran, pendekatan alih komoditas yang solutif, serta pengawalan langsung di lapangan, Diskatan Kuningan optimistis sektor pertanian desa akan semakin kuat, mandiri, dan menjadi fondasi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Angga)










































































































Discussion about this post