KUNINGAN, (FC).- Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Gerakan KITA menggelar kegiatan Wisata Religi Lintas Kota yang diikuti sekitar 65 peserta, Sabtu-Minggu (20-21/6).
Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat nilai spiritual, mempererat silaturahmi, sekaligus mengenang jejak perjuangan para ulama penyebar Islam di Nusantara.
Rombongan memulai perjalanan dari pelataran Masjid Syiarul Islam Kuningan usai melaksanakan salat Isya. Sebelum bertolak ke luar daerah, peserta terlebih dahulu melakukan ziarah ke makam Pangeran Arya Kamuning di kawasan Makam Gede Kuningan.
Selama dua hari perjalanan, peserta mengunjungi sejumlah situs religi dan makam tokoh penyebar Islam, di antaranya makam Pangeran Arya Kamuning di Kuningan, makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, makam Al Habib bin Abdullah bin Thalib Al Aththos dan kawasan Makam Sapuro di Pekalongan, serta makam Syekh Maulana Samsuddin di Pemalang.
Selain berziarah, para peserta memanfaatkan perjalanan tersebut untuk mempererat kebersamaan melalui diskusi, berbagi pengalaman, dan memperkuat hubungan persaudaraan antaranggota.
Koordinator kegiatan sekaligus pengurus Gerakan KITA, Ridho Fauji, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dibuka untuk masyarakat umum sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat dan syiar keagamaan.
“Kami ingin mengajak masyarakat menyambut Tahun Baru Islam dengan kegiatan yang memberikan nilai spiritual, mempererat silaturahmi, sekaligus menjadi momentum refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (21/6).
Menurut Ridho, wisata religi tidak sekadar menjadi perjalanan mengunjungi makam para ulama, tetapi juga sarana belajar dari sejarah perjuangan dan keteladanan tokoh-tokoh yang berjasa dalam penyebaran Islam di Indonesia.
Setiap lokasi yang dikunjungi, kata dia, menyimpan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan dakwah yang relevan untuk dijadikan inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.
“Melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami sejarah sekaligus mengambil pelajaran dari keteladanan para ulama yang telah berjuang menyebarkan nilai-nilai Islam,” katanya.
Ia menjelaskan, wisata religi tersebut merupakan bagian dari program rutin bidang keagamaan Gerakan KITA. Selain kegiatan ziarah, komunitas tersebut juga aktif menggelar forum Ngopi Perkara Iman (NGOPI) yang menjadi wadah diskusi keagamaan dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.
Ridho berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak masyarakat dari berbagai kalangan.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan positif seperti ini. Semakin luas jalinan silaturahmi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan bersama,” ujarnya.
Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, kegiatan wisata religi dinilai menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan sosial dan spiritual.
Bagi Gerakan KITA, perjalanan tersebut bukan hanya menempuh jarak antar kota, tetapi juga menjadi perjalanan batin untuk memperkuat ukhuwah, meneladani perjuangan para ulama, dan menyambut tahun baru Hijriah dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. (Angga)








































































































Discussion about this post