MAJALENGKA, (FC).– Kabut tipis menyelimuti lereng Gunung Ciremai, sementara udara dingin pegunungan menusuk hingga ke tulang. Di tengah jalur pendakian yang menantang, langkah-langkah penuh tekad dari jajaran Polres Majalengka terus menapaki medan terjal.
Bukan sekadar ekspedisi biasa, pendakian ini menjadi simbol semangat pengabdian, kebersamaan, dan nasionalisme dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Mengusung tema ‘Ciremai Calling’, Polres Majalengka pada Minggu (21/6) kemarin, menggelar ekspedisi pendakian Gunung Ciremai yang dipimpin langsung Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi.
Kegiatan ini diikuti para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta personel gabungan Polres Majalengka yang bersama-sama menaklukkan puncak tertinggi di Jawa Barat.
Pendakian ini tidak hanya menjadi ajang mempererat soliditas internal institusi kepolisian, tetapi juga membawa misi besar pelestarian lingkungan, dalam setiap langkah menuju puncak.
Para peserta menjalankan aksi nyata berupa penanaman bibit pohon di sejumlah titik strategis, sebagai kontribusi terhadap penghijauan dan keberlanjutan ekosistem kawasan konservasi Gunung Ciremai.
Tak hanya itu, sepanjang jalur pendakian, personel juga melakukan aksi bersih-bersih dengan memungut sampah yang ditemukan di area pendakian.
Langkah sederhana namun bermakna ini menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian alam yang kini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari eksploitasi hingga pencemaran lingkungan.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberi makna lebih dalam peringatan HUT Bhayangkara ke-80.
Menurutnya, semangat Bhayangkara bukan hanya diwujudkan melalui pengamanan dan pelayanan masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam dan masa depan lingkungan.
“Melalui kegiatan pendakian ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam serta memperkuat soliditas dan kebersamaan seluruh personel,” katanya, Senin (22/6).
Ia menjelaskan, penanaman pohon dan aksi bersih-bersih merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan. Puncak ekspedisi menjadi momen paling emosional sekaligus monumental.
Setelah melewati jalur terjal dan dinginnya ketinggian, seluruh peserta akhirnya tiba di puncak Gunung Ciremai. Di titik tertinggi itu, bendera Merah Putih raksasa dikibarkan dengan penuh khidmat, menciptakan pemandangan yang sarat makna di atas hamparan awan.
Pengibaran bendera raksasa tersebut menjadi simbol kuat kecintaan terhadap bangsa dan negara. Di ketinggian ribuan meter di atas permukaan laut, Merah Putih berkibar gagah, merepresentasikan semangat pengabdian Polri yang tak pernah surut dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan dan kedisiplinan. Semangat juang, kerja sama, serta ketahanan fisik yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan nilai-nilai Bhayangkara yang terus relevan di tengah dinamika zaman.
Melalui ekspedisi Ciremai Calling, Polres Majalengka berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat cinta tanah air.
Di lereng tertinggi Jawa Barat, Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diperingati dengan seremoni, tetapi dengan aksi nyata, menjaga alam, merawat persatuan, dan mengukuhkan pengabdian tanpa batas. (Munadi)














































































































Discussion about this post