KAB.CIREBON, (FC).‐ Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) terus dilakukan Puskesmas Kalimaro melalui program screening atau deteksi dini di sejumlah desa wilayah kerjanya.
Dari tiga kali pelaksanaan pemeriksaan massal yang telah digelar, lebih dari 20 warga terdeteksi positif TB dan kini tengah menjalani pengobatan.
Kegiatan screening terbaru dilaksanakan di Desa Kalimaro, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Senin (22/6), dengan melibatkan sekitar 200 warga.
Program tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menemukan kasus TB sedini mungkin sekaligus memutus rantai penularan di masyarakat.
Kepala Puskesmas Kalimaro, Witono, mengatakan deteksi dini menjadi kunci penting dalam pengendalian penyakit TB.
Melalui pemeriksaan massal, penderita dapat segera diketahui dan memperoleh penanganan sebelum menularkan penyakit kepada orang lain.
“Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan diberikan sehingga risiko penularan dapat ditekan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, screening pertama dilaksanakan di Desa Dompyong Wetan dengan peserta sekitar 200 orang.
Kegiatan kemudian berlanjut di lokasi kedua yang diikuti sekitar 150 peserta, sebelum akhirnya digelar kembali di Desa Kalimaro dengan jumlah peserta yang sama seperti tahap pertama.
Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, lebih dari 20 warga dinyatakan positif TB. Seluruh pasien saat ini telah masuk dalam program pengobatan dan pemantauan tenaga kesehatan.
“Setiap pasien yang terkonfirmasi positif langsung kami tindak lanjuti untuk mendapatkan terapi dan pemeriksaan lanjutan,” kata Witono.
Menurutnya, keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat hingga tuntas.
Karena itu, pihak puskesmas menyiapkan pendampingan secara berkala untuk memastikan proses terapi berjalan sesuai ketentuan.
Selain meningkatkan peluang kesembuhan, langkah tersebut juga bertujuan mencegah penularan penyakit kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
Witono mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam mengikuti screening TB. Seluruh peserta diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu agar data pemeriksaan dapat langsung terintegrasi ke dalam sistem pemantauan nasional.
“Dengan data yang tercatat secara digital, proses pemantauan dan tindak lanjut pasien bisa dilakukan lebih optimal,” ungkapnya.
Puskesmas Kalimaro membawahi lima desa, yakni Gagasari, Kalimaro, Kalimekar, Dompyong Wetan, dan Dompyong Kulon.
Melalui screening yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan semakin banyak kasus TB dapat ditemukan sejak dini sehingga target eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Cirebon dapat tercapai. (Nawawi)












































































































Discussion about this post