KAB.CIREBON, (FC).- Tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Jalan Soekarno, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, menuai keluhan warga.
Sampah yang tidak kunjung terangkut selama hampir sebulan itu kini meluber hingga ke luar area penampungan dan mengganggu pengguna jalan.
Selain menimbulkan bau menyengat, kondisi tersebut dinilai membahayakan karena sebagian tumpukan sampah sudah mendekati badan jalan.
Jalan Soekarno sendiri merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Talun.
Warga Desa Cirebon Girang, Rudiyanto, mengatakan persoalan tersebut mulai terjadi sekitar satu bulan terakhir. Menurutnya, volume sampah terus bertambah karena pengangkutan tidak berjalan sebagaimana biasanya.
“Dulu pengangkutan rutin dilakukan sehingga sampah tidak pernah menumpuk seperti sekarang. Saat ini sampah terus berdatangan, sementara pengangkutannya sangat minim,” ujarnya, Jumat (19/6).
Pantauan di lokasi menunjukkan dua kontainer milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon masih berada di area TPS. Namun kapasitas penampungan yang tersedia tidak mampu menampung kiriman sampah dari sejumlah wilayah sekitar.
Akibatnya, sampah menumpuk hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter dan meluber ke luar bangunan TPS. Bau tidak sedap pun menyebar hingga ke permukiman warga dan pengguna jalan yang melintas.
Menurut Rudiyanto, kondisi tersebut semakin mengganggu ketika hujan turun. Air lindi yang berasal dari tumpukan sampah mengalir ke jalan sehingga membuat permukaan aspal licin dan berpotensi membahayakan pengendara.
“Kalau hujan, baunya lebih menyengat. Air dari sampah juga mengalir ke jalan sehingga cukup berisiko bagi pengguna kendaraan,” katanya.
Tumpukan sampah yang semakin melebar juga memaksa pengendara, khususnya kendaraan roda empat, untuk mengurangi kecepatan saat melintas. Warga khawatir apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat memicu gangguan lalu lintas yang lebih serius.
Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Sugeng Wahyudi, mengakui adanya kendala dalam proses pengangkutan sampah. Menurutnya, peningkatan volume sampah harian menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.
Selain itu, keberadaan sejumlah TPS liar turut memengaruhi efektivitas pengelolaan sampah di lapangan.
“Kami menghadapi peningkatan volume sampah yang cukup tinggi dan masih banyak TPS liar. Saat ini kami terus berupaya mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada,” ujarnya.
Sugeng juga menjelaskan, operasional armada pengangkut sampah sempat terkendala akibat keterlambatan pencairan anggaran untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM), terutama solar yang digunakan kendaraan pengangkut.
“Beberapa waktu lalu memang ada kendala terkait pencairan anggaran BBM, namun saat ini sedang kami upayakan agar pengangkutan kembali berjalan optimal,” katanya.
Berdasarkan data DLH, produksi sampah di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Tingginya volume sampah tersebut menjadi tantangan besar dalam upaya menjaga kebersihan dan kelancaran sistem pengelolaan sampah di daerah.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pengangkutan di TPS Jalan Soekarno sebelum dampaknya semakin meluas, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun keselamatan pengguna jalan. (Ghofar)











































































































Discussion about this post