KUNINGAN, (FC).- Keseriusan Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar dalam memperjuangkan pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal mendapat apresiasi dari Komisi V DPR RI.
Bahkan, Kabupaten Kuningan menjadi daerah pertama yang menerima kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI pada periode keanggotaan saat ini.
Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Daniel Mutaqien Syafiuddin, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kuningan, Kamis (18/6).
Menurut Daniel, kunjungan tersebut merupakan respons langsung atas langkah proaktif yang dilakukan Bupati Dian yang sebelumnya mendatangi Komisi V DPR RI untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan dan persoalan strategis yang dihadapi Kabupaten Kuningan.
“Saya melihat secara pribadi Pak Bupati Kuningan, meski menghadapi keterbatasan fiskal daerah, tidak patah semangat. Beliau datang langsung ke Komisi V DPR RI untuk menyampaikan berbagai persoalan pembangunan. Hari ini kami datang untuk melihat secara langsung kebutuhan yang ada. Jadi kunjungan ini merupakan respons atas upaya yang telah dilakukan Pak Bupati,” ujar Daniel.
Ia menilai Bupati Dian memiliki komitmen kuat untuk mendorong percepatan pembangunan daerah sehingga mendapat perhatian khusus dari Komisi V DPR RI.
“Kami melihat ada keseriusan dan semangat yang kuat untuk membangun Kabupaten Kuningan menjadi lebih baik. Karena itu, kami merespons cepat berbagai aspirasi yang disampaikan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar menyampaikan rasa syukur atas kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI bersama sejumlah perwakilan kementerian terkait.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kuningan di Jakarta.
“Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI bersama para pemangku kebijakan dari kementerian terkait. Ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang telah kami lakukan beberapa waktu lalu,” ujar Dian.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kuningan mengajukan tiga program prioritas yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Program pertama adalah percepatan pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) Kuningan. Dian menjelaskan, rombongan Komisi V DPR RI telah meninjau langsung lokasi proyek dan melihat sejumlah persoalan yang masih perlu diselesaikan, terutama terkait pembebasan lahan pada segmen lima dan enam.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa dilakukan groundbreaking. Nilai proyek ini sangat besar dan tentu tidak mungkin dibiayai melalui APBD Kabupaten Kuningan,” katanya.
Prioritas kedua adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk mengatasi kebutuhan air bersih di delapan hingga sebelas kecamatan yang selama ini masih mengalami keterbatasan layanan.
“Waduknya sudah tersedia, tetapi jaringan distribusi hingga sambungan rumah belum ada. Kebutuhan anggarannya sekitar Rp100 miliar dan kami berharap mendapat dukungan percepatan dari Komisi V DPR RI,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Kuningan juga mengusulkan penambahan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Saat ini tercatat sekitar 3.900 unit rumah masih masuk kategori prioritas untuk mendapatkan bantuan perbaikan.
“Alhamdulillah usulan tersebut mendapat respons positif. Saat ini alokasi yang kami terima baru sekitar 388 unit rumah, sehingga masih jauh dari kebutuhan yang ada,” ungkap Dian.
Ia menilai kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kuningan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan keterbatasan fiskal yang ada, kita tidak boleh menyerah. Selalu ada jalan untuk memperjuangkan pembangunan daerah. Alhamdulillah hari ini ada kepastian dukungan terhadap sejumlah program strategis yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah dan tidak mungkin hanya mengandalkan APBD,” pungkasnya. (Angga)












































































































Discussion about this post