INDRAMAYU, (FC).- Menjelang pelaksanaan operasi pemboran Sumur AMJ-B1, PT Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi migas sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan sosialisasi dan syukuran bersama pemerintah desa serta unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang digelar di Balai Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Selasa (2/6).
Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal perusahaan dalam membangun komunikasi yang terbuka dan kolaboratif dengan masyarakat serta seluruh stakeholder di sekitar wilayah kerja.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesamaan pemahaman dan memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran operasi pemboran,” ujar Wazirul.
Dalam forum tersebut, Pertamina EP menyampaikan berbagai informasi terkait rencana pemboran Sumur AMJ-B1, mulai dari tahapan operasional, aspek keselamatan kerja, hingga sistem pengamanan yang akan diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Menurut Wazirul, keberadaan Sumur AMJ-B1 diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat keberlanjutan operasi hulu migas di wilayah Indramayu.
Ia menegaskan, seluruh tahapan perencanaan dan persiapan operasi telah melalui kajian teknis serta memenuhi persyaratan perizinan sesuai regulasi yang berlaku.
“Keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh terbangunnya komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder di sekitar wilayah kerja,” katanya.
Pertamina EP, lanjutnya, berkomitmen menjalankan seluruh proses operasi dengan mengedepankan prinsip keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, serta harmonisasi dengan masyarakat sekitar.
Perusahaan juga akan terus menjaga komunikasi yang terbuka dan responsif terhadap berbagai dinamika yang berkembang di lapangan.
“Kami ingin seluruh tahapan operasi dapat dipahami secara terbuka oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Dukungan serta kolaborasi yang baik menjadi fondasi penting dalam menciptakan kondisi operasi yang aman, lancar, dan kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sliyeg, Warsito, mengapresiasi langkah Pertamina EP yang mengedepankan komunikasi sejak tahap awal pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan operasi yang akan dilaksanakan.
“Pemerintah desa dan masyarakat mendukung rencana operasi ini selama dilaksanakan sesuai ketentuan dan tetap memperhatikan kepentingan warga sekitar,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Kapolsek Sliyeg, Edi Mulyana. Ia berharap kegiatan operasi pemboran yang dilakukan Pertamina EP dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik serta komunikasi yang harmonis dengan lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ungkapan rasa syukur menjelang tajak sumur, Pertamina EP juga menyalurkan bantuan tali kasih kepada kaum dhuafa di Desa Sliyeg.
Kegiatan tersebut menjadi simbol harapan bersama agar pelaksanaan operasi Sumur AMJ-B1 dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar serta mendukung ketahanan energi nasional. (Agus Sugianto)










































































































Discussion about this post