INDRAMAYU, (FC).– Menguatnya nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah membawa keuntungan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kenaikan kurs membuat nilai kiriman uang dari luar negeri menjadi lebih besar saat ditukarkan ke rupiah.
Kondisi tersebut dirasakan Tunjinah (30), PMI asal Desa Tinumpuk, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang telah bekerja di Hong Kong selama empat tahun.
Saat pulang berlibur ke kampung halamannya, ia mengaku penguatan dolar Hong Kong membuat nilai uang yang dikirim kepada keluarganya ikut meningkat.
“Dulu saat mengirim 1.500 dolar Hong Kong, nilainya hanya sekitar Rp3 jutaan. Sekarang, karena kurs dolar Hong Kong terhadap rupiah naik, uang yang diterima keluarga jadi lebih besar,” ujar Tunjinah, Senin (25/5).
Tunjinah mengatakan, dirinya rutin mengirim sekitar 1.500 dolar Hong Kong setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di kampung halaman.
Tambahan nilai dari selisih kurs tersebut dinilai cukup membantu untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan pokok, pendidikan anak, hingga keperluan rumah tangga lainnya.
“Tentunya sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan lainnya,” kata Tunjinah.
Tak hanya nilai kiriman uang yang meningkat, penguatan dolar Hong Kong juga membuat gaji yang diterimanya kini bernilai lebih besar saat ditukarkan ke rupiah.
Saat ini Tunjinah menerima gaji sebesar 4.870 dolar Hong Kong setiap bulan.
“Kalau dulu sebelum dolar naik sekitar Rp9 juta, sekarang bisa sampai Rp11 juta perbulan,” ucapnya.
Menurut Tunjinah, kondisi nilai tukar saat ini memberikan keuntungan tersendiri bagi para PMI yang bekerja di luar negeri karena pendapatan yang diterima menjadi lebih besar ketika dikonversi ke rupiah.
Tambahan nilai kiriman uang tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga PMI, tetapi juga turut mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Uang yang dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan ikut menggerakkan pelaku usaha di lingkungan sekitar, mulai dari warung sembako, UMKM, hingga berbagai usaha lainnya sehingga turut menjaga perputaran ekonomi masyarakat di daerah. (Agus Sugianto)












































































































Discussion about this post