INDRAMAYU, (FC).- Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyiapkan bantuan ratusan pompa air untuk mengatasi ancaman gagal panen di Kabupaten Indramayu pada saat musim kemarau.
Bantuan ratusan pompa air tersebut untuk mengairi ribuan hektare sawah di Kabupaten Indramayu yang terancam gagal panen akibat minimnya curah hujan yang menjadi pasokan air utama ke areal persawahan.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI, Andi Nur Alamsyah, pun tampak turun langsung meninjau areal pertanian di Desa Ujunggebang serta Desa/Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
Andi mengakui, peninjauan kali ini sebagai persiapan untuk program pompanisasi massal di wilayah Indramayu yang menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Barat.
Karenanya, menurut dia, Kementan RI bergerak cepat untuk mengantisipasi ancaman gagal panen pada musim tanam gadu atau musim tanam pada musim kemarau di wilayah Indramayu.
“Kami mengalokasikan secara khusus 300 unit mesin pompa air untuk menyelamatkan ribuan hektare lahan padi kini mulai kekurangan pasokan air,” kata Andi Nur Alamsyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2026).
Pihaknya mengakui, berdasarkan hasil peninjauan tersebut wilayah perbatasan antara Indramayu dan Subang sebenarnya memiliki potensi sumber air yang cukup memadai dari Sungai Sewo.
Namun, kendalanya ialah posisi sungai yang berada jauh di bawah permukaan petak sawah petani, sehingga diperlukan mesin pompa untuk menyedot airnya dan mengalirkannya ke areal persawahan.
“Sungai Sewo ini masih ada airnya, tetapi posisinya di bawah sawah, sehingga harus dipompa, dan pemerintah siap membantu petani melalui pendistribusian mesin pompa air untuk Indramayu serta Subang,” ujar Andi Nur Alamsyah.
Melalui optimalisasi pasokan air dari Sungai Sewo ini, Kementan RI menargetkan 16 ribuan hektare sawah di wilayah perbatasan Indramayu dan Subang teraliri air secara stabil selama musim kemarau.
“16 ribu hektare sawah itu terdiri dari 6 ribu hektare yang berada di wilayah Kabupaten Indramayu, dan 10 ribu hektare lainnya di wilayah Kabupaten Subang,” kata Andi Nur Alamsyah.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, memastikan, jajarannya langsung memetakan distribusi 300 unit pompa air dari Kementan RI tersebut ke titik-titik rawan kekeringan.
Bahkan, wilayah Kecamatan Sukra dipastikan bakal mendapat perhatian khusus dalam program itu, karena posisinya sangat strategis, dan berada di daerah aliran sungai (DAS) Sewo.
“Kami berterima kasih atas realisasi bantuan pompa dari Kementerian Pertanian yang langsung menjawab kebutuhan mendesak petani di Indramayu, khususnya Kecamatan Sukra,” ujar Sugeng Heriyanto.
Camat Sukra, Sigit Widiyanto, meyakini bantuan mesin pompa air dari Kementan RI akan menjadi pendongkrak utama Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
“Kami sangat bersyukur, karena bantuan ini memberikan kepastian bagi para petani di Kecamatan Sukra untuk melanjutkan masa tanam tanpa harus khawatir kekurangan pasokan air,” Pungkasnya. (Agus Sugianto)











































































































Discussion about this post