MAJALENGKA, (FC).- Ribuan warga yang tergabung dalam Presidium Gabungan Asosiasi Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Majalengka menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Majalengka, Rabu (8/7).
Massa menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendesak pemerintah mencabut moratorium penyelenggaraan program tersebut.
Pantauan di lapangan, aksi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Sejak pagi, kawasan depan DPRD Majalengka dipadati peserta yang didominasi kaum ibu, disusul para bapak dan pelaku penyelenggara MBG. Mereka membawa spanduk, poster, serta bendera Merah Putih sambil meneriakkan dukungan agar program unggulan pemerintah pusat itu tetap berjalan.
Di bawah pengawalan aparat kepolisian, para orator secara bergantian menyampaikan aspirasi dari atas mobil komando. Suasana aksi berlangsung tertib meski massa terus menyuarakan tuntutan mereka dengan lantang.
Ketua Presidium Gabungan Asosiasi Makan Bergizi Gratis Kabupaten Majalengka, Maman Rahman, menegaskan aksi tersebut bukan untuk menolak kebijakan pemerintah, melainkan sebagai bentuk dukungan agar Program MBG tetap berlanjut.
“Kami mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis karena manfaatnya sudah dirasakan masyarakat. Program ini harus tetap dilanjutkan,” ujar Maman dalam orasinya.
Selain meminta program terus berjalan, massa juga mendesak pemerintah mencabut moratorium yang dinilai menghambat keberlangsungan penyelenggara MBG di daerah.
Menurut Maman, kepastian kebijakan sangat dibutuhkan agar penyelenggara yang telah memenuhi persyaratan dapat kembali menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, massa menyatakan mendukung penghentian sementara pembukaan dapur MBG baru. Mereka menilai pemerintah perlu memprioritaskan penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi dapur-dapur yang telah beroperasi sebelum membuka unit baru.
“Kami mendukung penghentian sementara pembukaan dapur baru. Yang terpenting sekarang adalah memastikan dapur yang sudah berjalan dapat beroperasi secara optimal dan persoalan yang ada segera diselesaikan,” katanya.
Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang disampaikan kepada Kapolres Majalengka melalui Satintelkam Polres Majalengka, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.
Aksi mengambil rute dan lokasi penyampaian aspirasi di Kantor DPRD serta Pendopo Bupati Majalengka. Selama aksi berlangsung, ratusan personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa. (Munadi)









































































































Discussion about this post