KAB. CIREBON, (FC).- Persiapan kontingen Kabupaten Cirebon menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 masih menghadapi tantangan dari sisi pendanaan. Meski Pemerintah Kabupaten Cirebon telah mengalokasikan hibah sebesar Rp5 miliar kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon, kebutuhan anggaran untuk pembinaan atlet dinilai masih belum mencukupi.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, HR Hasan Basori, mengatakan dukungan terhadap peningkatan prestasi olahraga tetap menjadi perhatian DPRD. Namun, setiap usulan penambahan anggaran harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Berdasarkan paparan KONI Kabupaten Cirebon, pembinaan akan difokuskan kepada sekitar 380 atlet dari 51 cabang olahraga. Dari jumlah tersebut, 12 cabang olahraga ditetapkan sebagai prioritas peraih medali pada Porprov Jawa Barat 2026.
“Persiapan menuju Porprov membutuhkan dukungan yang cukup besar. DPRD tentu memberikan perhatian terhadap peningkatan prestasi olahraga daerah, tetapi seluruh usulan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Hasan Basori usai menerima paparan dari KONI Kabupaten Cirebon, belum lama ini.
Menurutnya, ruang fiskal pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 diperkirakan tidak terlalu longgar. Pemerintah daerah masih harus memenuhi berbagai belanja wajib dan program prioritas, sehingga setiap tambahan anggaran memerlukan kajian secara cermat.
Karena itu, DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan mencermati usulan tambahan anggaran dari KONI dalam pembahasan APBD Perubahan yang akan segera dimulai.
Hasan menilai dukungan terhadap pembinaan atlet tidak harus seluruhnya diberikan melalui hibah kepada KONI. Pemerintah daerah masih memiliki sejumlah alternatif pendanaan melalui program perangkat daerah, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), yang memiliki kewenangan dalam pembinaan olahraga.
Selain itu, DPRD juga mendorong optimalisasi sumber pendanaan di luar APBD, antara lain melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari kalangan dunia usaha.
“Yang terpenting adalah bagaimana kebutuhan atlet tetap dapat terpenuhi. Bentuk dukungannya bisa melalui berbagai skema, tidak harus seluruhnya berupa hibah kepada KONI,” ujarnya.
Ia menambahkan, besaran tambahan anggaran belum dapat dipastikan karena pembahasan APBD Perubahan bersama Badan Anggaran DPRD dan TAPD masih akan berlangsung dalam waktu dekat.
Di sisi lain, DPRD mengapresiasi langkah pembenahan yang dilakukan KONI Kabupaten Cirebon dalam memperkuat koordinasi dan konsolidasi organisasi menjelang Porprov 2026. Menurut Hasan, keseriusan organisasi menjadi modal penting dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Cirebon.
“Kami melihat ada komitmen untuk berbenah dan lebih serius mempersiapkan peningkatan prestasi olahraga Kabupaten Cirebon. Semoga upaya ini sejalan dengan dukungan yang nantinya dapat diberikan pemerintah daerah,” pungkasnya. (Suhanan)











































































































Discussion about this post