KAB.CIREBON, (FC).- Proses pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Cirebon dari Tanah Suci dijadwalkan mulai berlangsung pada Kamis (4/6).
Gelombang pertama akan diawali kedatangan Kloter 5 yang mendarat di Bandara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Kepala Seksi Bina Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Mufid, mengatakan seluruh jemaah haji asal Kabupaten Cirebon akan dipulangkan secara bertahap sesuai jadwal masing-masing kelompok terbang (kloter).
Kloter 5 yang menjadi rombongan pertama semula berjumlah 445 orang, terdiri atas 441 jemaah dan empat petugas. Namun, satu jemaah dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci sehingga jumlah yang kembali ke Indonesia menjadi 444 orang.
Selanjutnya, Kloter 13 dijadwalkan tiba pada 10 Juni 2026. Dari total 445 anggota kloter, dua jemaah wafat selama menjalankan ibadah haji sehingga jumlah yang dipulangkan menjadi 443 orang.
Adapun Kloter 19 akan tiba pada 14 Juni 2026 dengan jumlah 441 jemaah dari total awal 442 orang. Sementara Kloter 25 dijadwalkan mendarat pada 19 Juni 2026 dengan jumlah 441 jemaah setelah satu anggota kloter meninggal dunia di Makkah.
Untuk gelombang berikutnya, Kloter 32 dijadwalkan tiba pada 24 Juni 2026 dengan jumlah 445 jemaah.
Kemudian Kloter 35 akan kembali ke tanah air pada 26 Juni 2026 membawa 150 jemaah, sedangkan Kloter 40 dijadwalkan tiba pada 30 Juni 2026 dengan jumlah 177 jemaah.
Mufid menjelaskan, seluruh jemaah yang tiba di Bandara Kertajati akan langsung diberangkatkan menggunakan bus menuju Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber, sebelum kembali ke daerah masing-masing.
“Semua jemaah akan tiba terlebih dahulu di Bandara Kertajati, kemudian dijemput menggunakan bus menuju Asrama Haji Watubelah,” ujarnya, Selasa (2/6).
Ia menegaskan, tidak ada kebijakan karantina bagi jemaah yang baru tiba dari Arab Saudi.
Meski demikian, pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kesehatan para jemaah setelah menempuh perjalanan panjang.
Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon akan bersiaga selama proses pemulangan. Jemaah yang mengalami gangguan kesehatan akan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan langsung di lokasi.
“Jika ada jemaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, akan segera dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans yang telah disiapkan,” kata Mufid.
Kementerian Agama Kabupaten Cirebon juga mengimbau keluarga jemaah untuk mengikuti informasi resmi terkait jadwal kepulangan serta mematuhi ketentuan penjemputan agar proses penyambutan berjalan tertib, aman, dan lancar. (Ghofar)










































































































Discussion about this post