KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kecamatan Gebang melalui Seksi Pelayanan dan Bina Kependudukan (Yanbik) kembali melaksanakan program jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) bagi warga lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Gebangkulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Kamis (18/6).
Kasi Pelayanan Publik (Yanbik) Kecamatan Gebang, Nani Minarni, mengatakan program tersebut bertujuan memastikan seluruh warga, termasuk kelompok rentan, memperoleh hak administrasi kependudukan yang sama.
“Kami ingin memastikan lansia, penyandang disabilitas, dan ODGJ tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan sehingga bisa mengakses berbagai layanan publik,” ujarnya.
Menurut Nani, selama bulan Juni ini kegiatan serupa telah dilaksanakan di Desa Melakasari dan Desa Gebangkulon. Program jemput bola akan terus dilanjutkan ke desa-desa lain berdasarkan kebutuhan dan usulan pemerintah desa setempat.
“Untuk bulan ini sudah dilaksanakan di Desa Melakasari dan Gebangkulon. Selanjutnya akan kami lanjutkan ke desa lainnya sesuai pengajuan yang masuk,” katanya.
Ia menjelaskan, kepemilikan e-KTP memiliki peran penting karena menjadi syarat utama dalam berbagai layanan pemerintah, mulai dari kepesertaan BPJS Kesehatan hingga akses terhadap berbagai program bantuan sosial.
“e-KTP sangat dibutuhkan untuk mengakses layanan publik maupun bantuan sosial. Karena itu kami berupaya agar seluruh warga memiliki dokumen kependudukan yang lengkap,” jelasnya.
Pelaksanaan perekaman dilakukan berdasarkan usulan pemerintah desa yang kemudian dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon.
Jika warga yang akan direkam tidak memungkinkan hadir ke balai desa karena kondisi fisik atau kesehatan, petugas akan mendatangi langsung rumah yang bersangkutan.
“Kalau tidak memungkinkan datang ke balai desa, petugas akan melakukan perekaman langsung di rumah warga,” ungkap Nani.
Dalam pelaksanaannya, petugas menghadapi sejumlah tantangan, terutama saat melayani warga lanjut usia dan ODGJ yang membutuhkan pendekatan khusus.
Namun, berkat dukungan keluarga, perangkat desa, serta pendamping dari instansi terkait, proses perekaman dapat berjalan lancar.
“Tentu ada kendala karena kondisi warga yang berbeda-beda, tetapi alhamdulillah seluruh proses dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Saat ini program jemput bola masih difokuskan pada perekaman e-KTP karena dokumen tersebut menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat rentan.
Setelah proses perekaman selesai, pihak kecamatan bersama Disdukcapil akan mempercepat proses pencetakan agar dokumen dapat segera dimanfaatkan oleh warga.
“Kami berupaya mempercepat pencetakan karena dokumen ini sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan administrasi masyarakat,” pungkasnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post