KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat persatuan, membangun karakter masyarakat, dan menumbuhkan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar melalui Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani saat menghadiri doa bersama dan tausiyah menyambut Tahun Baru Islam di Masjid Syiarul Islam Kuningan, Senin (15/6).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, kepala perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat dari berbagai kalangan.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Tuti menegaskan bahwa Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga momentum refleksi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan.
Menurutnya, peristiwa hijrah Rasulullah SAW mengandung makna mendalam tentang keberanian melakukan perubahan, semangat perjuangan, serta pengorbanan demi mencapai kehidupan yang lebih bermartabat dan penuh keberkahan.
“Semangat hijrah harus dimaknai sebagai keberanian untuk berubah. Dari kemalasan menjadi produktif, dari perpecahan menuju persatuan, dari sikap individualis menuju kepedulian sosial, serta dari ketertinggalan menuju kemajuan,” ujar Tuti.
Ia mengatakan, Kabupaten Kuningan memiliki modal sosial yang kuat berupa nilai religius, budaya gotong royong, dan kebersamaan yang harus terus dijaga sebagai fondasi pembangunan daerah.
Karena itu, pembangunan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan karakter, moral, serta spiritual masyarakat.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas sosial, serta membiasakan nilai-nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda yang dinilai menghadapi tantangan zaman semakin kompleks.
Karena itu, pendidikan karakter dan pendidikan keagamaan perlu terus diperkuat sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
“Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin besar. Pendidikan karakter dan pendidikan agama harus diperkuat agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berintegritas, dan memiliki daya saing,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Tuti mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah demi mewujudkan Kabupaten Kuningan yang damai, harmonis, dan sejahtera.
“Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Mari jadikan semangat hijrah sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta bersama-sama membangun Kabupaten Kuningan yang maju, agamis, dan berkelanjutan,” tutupnya. (Angga)













































































































Discussion about this post