KUNINGAN, (FC).- Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis riset dan inovasi.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak Hibah Penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) antara pihak kampus dan para dosen penerima hibah penelitian.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus itu menjadi titik awal pelaksanaan sejumlah penelitian yang diharapkan mampu menghasilkan inovasi, publikasi ilmiah, serta berbagai luaran penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISA Kuningan, Yogi Iskandar, menegaskan bahwa hibah penelitian bukan sekadar dukungan pendanaan, melainkan amanah akademik yang harus diwujudkan melalui penelitian berkualitas dan berdampak nyata.
“Luaran wajib harus mulai dipersiapkan sejak awal. Begitu juga luaran tambahan seperti Hak Kekayaan Intelektual (HKI), buku, publikasi media massa, hingga konten edukatif yang dapat memperkuat diseminasi hasil penelitian,” ujarnya, Sabtu (13/6).
Sebagai bagian dari penguatan budaya riset, LPPM menargetkan peningkatan jumlah pengusul hibah penelitian hingga 80 persen pada tahun mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, kampus berencana menggelar pelatihan intensif penyusunan proposal penelitian melalui program karantina penulisan selama dua hari.
Sementara itu, Rektor UNISA Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah, menilai evaluasi terhadap hasil seleksi hibah tahun ini menjadi langkah penting guna meningkatkan kualitas proposal penelitian di masa mendatang.
Menurutnya, pemetaan terhadap berbagai kendala, baik teknis maupun nonteknis, perlu dilakukan agar tingkat keberhasilan proposal dosen UNISA dalam memperoleh pendanaan dapat terus meningkat.
“Evaluasi ini penting agar kita mengetahui aspek yang perlu diperbaiki. Harapannya, rasio kelulusan proposal hibah dari UNISA Kuningan pada tahun depan dapat meningkat secara signifikan,” katanya.
Rektor juga mendorong para dosen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) secara bijak sebagai alat bantu dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah.
Ia menyebut pemanfaatan teknologi, termasuk metode Systematic Literature Review (SLR) yang didukung AI, kini menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam publikasi jurnal nasional maupun internasional.
Namun demikian, penggunaan teknologi tetap harus mengedepankan etika akademik dan integritas ilmiah.
Di hadapan para penerima hibah, Nurul Iman meminta agar pelaksanaan penelitian dapat segera dimulai tanpa harus menunggu seluruh proses pencairan dana selesai.
“Kontrak sudah ditandatangani. Ini menjadi komitmen bersama untuk segera bekerja dan menghasilkan penelitian yang berkualitas serta bermanfaat,” tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak hibah dan diskusi teknis pelaksanaan program penelitian.
Melalui program tersebut, UNISA Kuningan berharap budaya riset semakin tumbuh kuat di lingkungan kampus, produktivitas publikasi ilmiah meningkat, serta lahir inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen UNISA Kuningan untuk menjadi perguruan tinggi berbasis riset dan inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Angga)








































































































Discussion about this post