KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 30 peserta Orientasi Anggota Baru (OAB) Angkatan ke-32 Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) Wilayah Cirebon resmi menyelesaikan proses kaderisasi setelah mengikuti pembinaan selama tiga hari dua malam.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kopi Lendot, Desa Sadamantra, Kabupaten Kuningan, itu ditutup langsung oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani atau yang akrab disapa Amih Tuti, Minggu (14/6).
Dalam sambutannya, Amih Tuti mengapresiasi pelaksanaan OAB yang dinilai menjadi wadah penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, serta semangat pengabdian mahasiswa terhadap daerah.
Menurutnya, orientasi anggota baru bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan proses pembentukan jati diri mahasiswa agar memiliki kemampuan berorganisasi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
“OAB bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter, penanaman nilai kebersamaan, dan penguatan identitas sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam melatih kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta meningkatkan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat.
“IMK merupakan wadah yang sangat baik untuk melatih kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, dan kepekaan sosial,” katanya.
Amih Tuti juga mengingatkan bahwa tugas utama mahasiswa adalah menuntut ilmu dan meningkatkan kapasitas diri selama menjalani pendidikan tinggi.
Bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di kampus, lanjutnya, harus mampu diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kampus adalah tempat menempa kemampuan intelektual, memperluas wawasan, dan membangun kompetensi yang kelak menjadi bekal dalam mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap para kader baru IMK mampu memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama proses orientasi untuk menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan peduli terhadap kemajuan Kabupaten Kuningan.
Sementara itu, Ketua Umum IMK Wilayah Cirebon, Muhammad Wirya Nur F., menjelaskan bahwa OAB merupakan gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal dunia organisasi sekaligus mengembangkan kapasitas diri melalui wadah organisasi kedaerahan.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dan pembinaan yang dirancang untuk memperkuat karakter, wawasan organisasi, serta jiwa kepemimpinan.
“Kami berharap peserta mampu mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh, menjadi calon pemimpin masa depan, serta mampu bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader baru IMK untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Jadilah agent of change. Tugas utama mahasiswa adalah belajar dan menimba ilmu. Setelah itu, jadilah generasi yang ikut berperan memajukan Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.
Penutupan OAB IMK Angkatan ke-32 berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.
Melalui kegiatan tersebut, IMK Wilayah Cirebon berharap lahir kader-kader muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, serta komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Kuningan. (Angga)








































































































Discussion about this post