KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan mengerahkan ratusan personel dari berbagai unsur untuk membersihkan hamparan eceng gondok yang kian meluas di kawasan Waduk Darma.
Aksi gotong royong bertajuk GARPU SENDOK (Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok) itu dipimpin langsung Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, di kawasan waduk, Sabtu (13/6).
Gerakan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menyelamatkan salah satu aset strategis Kabupaten Kuningan dari ancaman kerusakan lingkungan akibat pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali.
Dalam arahannya, Bupati Dian menegaskan eceng gondok bukan sekadar tanaman liar, melainkan gulma air yang memiliki kemampuan berkembang sangat cepat dan dapat mengganggu fungsi waduk apabila tidak segera ditangani.
“Jika dibiarkan, eceng gondok dapat menurunkan kualitas air, merusak ekosistem perairan, mempercepat pendangkalan waduk, hingga berdampak pada sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujarnya.
Aksi bersih-bersih tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Sekretaris Daerah Uu Kusmana, serta melibatkan sedikitnya 31 unsur lembaga, instansi, komunitas, dan kelompok masyarakat.
Mulai dari TNI, Polri, perangkat daerah, instansi vertikal, BUMD, komunitas lingkungan, pelaku usaha, kelompok perikanan hingga warga sekitar waduk turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Dukungan juga datang dari sembilan desa penyangga Waduk Darma, yakni Desa Jagara, Sakerta Timur, Sakerta Barat, Paninggaran, Cipasung, Cikupa, Darma, Kawah Manuk, dan Parung. Warga bersama para petani ikan turun langsung membersihkan area perairan yang tertutup gulma.
Untuk mempercepat proses penanganan, berbagai sarana operasional dikerahkan, mulai dari alat berat, perahu, kapal, kendaraan angkut hingga armada pengangkut eceng gondok.
Kegiatan dilakukan secara terkoordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, UPTD PSDA Jawa Barat, BPBD, dan perangkat daerah terkait.
Tidak hanya memimpin apel, Bupati Dian juga turun langsung ke perairan bersama peserta lainnya untuk mengangkat dan mengumpulkan eceng gondok.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kuningan itu menjadi simbol pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Dian, Waduk Darma memiliki peran vital sebagai sumber air, kawasan perikanan, destinasi wisata unggulan, sekaligus penopang ekonomi masyarakat. Karena itu, keberadaannya harus dijaga bersama melalui kolaborasi berkelanjutan.
“Penanganan eceng gondok tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat agar hasilnya berkelanjutan,” katanya.
Ia menegaskan gerakan GARPU SENDOK tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.
“Semua pihak yang menikmati manfaat dari Waduk Darma harus ikut bertanggung jawab menjaga dan merawatnya,” tegas Dian.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kuningan akan melakukan evaluasi dan koordinasi berkala guna memastikan penanganan eceng gondok berjalan efektif.
Pemerintah berharap dalam beberapa bulan ke depan kondisi Waduk Darma kembali bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan ini, lalu siapa lagi? Mari jadikan gerakan ini sebagai momentum membangun kesadaran kolektif untuk menjaga Waduk Darma dan lingkungan Kabupaten Kuningan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui gerakan GARPU SENDOK, Pemkab Kuningan berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi yang bersih, lestari, dan berkelanjutan. (Angga)








































































































Discussion about this post