KAB.CIREBON, (FC).- Dunia sastra Indonesia kembali mendapat ruang apresiasi melalui Pameran Nasional Antologi Puisi Sastrawan Indonesia 2026 yang akan digelar pada 27–28 Juni 2026 di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (LPSI), Jalan Tulip Merah No. 6, Perumahan Cidayu, Kelurahan Margadadi, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut akan menghadirkan 101 buku antologi puisi karya para penyair dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain menjadi ajang pameran karya sastra, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan apresiasi bagi para pegiat literasi dari berbagai wilayah.
Ketua panitia sekaligus kurator pameran, Rg. Bagus Warsono, mengatakan pameran tahun ini tidak hanya menampilkan karya-karya puisi, tetapi juga disertai proses kurasi yang dilakukan secara objektif untuk menentukan karya terbaik.
Menurutnya, panitia melibatkan sejumlah kurator yang memiliki kompetensi dan kredibilitas di bidang sastra guna memastikan proses penilaian berlangsung independen dan profesional.
“Pameran ini bukan sekadar menampilkan buku antologi puisi, tetapi juga memberikan ruang apresiasi melalui proses kurasi yang objektif terhadap karya-karya peserta,” ujar Bagus kepada FC, Sabtu (20/6).
Pembukaan pameran dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 15.30 WIB. Sementara pada hari kedua, Minggu (28/6), akan digelar kegiatan baca puisi yang menghadirkan sejumlah penyair nasional.
Acara tersebut juga akan diisi sesi diskusi sastra dengan menghadirkan pembicara KKcrayfish Phing dari Jakarta dan Wawan Hamzah Arfan dari Cirebon.
Sebanyak 101 antologi puisi yang mengikuti pameran berasal dari berbagai daerah, di antaranya Jakarta, Cirebon, Semarang, Lampung, Bali, Jambi, Banyuwangi, hingga Sumbawa.
Keikutsertaan para penyair dari berbagai penjuru Nusantara menunjukkan tingginya semangat berkarya dan berkembangnya dunia perpuisian di Indonesia.
Bagus menilai, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perkembangan sastra dapat tumbuh melalui kolaborasi, gotong royong, dan partisipasi aktif para pegiat sastra.
Pameran juga diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan penyair, pembaca, dan masyarakat luas dalam satu forum apresiasi.
Selain dipamerkan, sejumlah karya yang masuk nominasi terbaik rencananya akan dibedah dan dibacakan di hadapan publik.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkaya khazanah sastra nasional sekaligus memperluas jangkauan karya para penyair daerah.
“Melalui pameran dan ajang silaturahmi ini, kami berharap tercipta ruang dialog, apresiasi, serta penguatan ekosistem sastra yang semakin sehat dan berkembang di Indonesia,” pungkasnya. (Johan)













































































































Discussion about this post