KOTA CIREBON, (FC).- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon mengusulkan inovasi wisata baru berupa becak motor wisata yang didesain lebih menarik untuk mengajak wisatawan berkeliling menikmati berbagai destinasi di Kota Cirebon.
Gagasan tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan atraksi wisata sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kota Udang.
Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki mengatakan becak motor wisata dapat menjadi ikon baru yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para tamu hotel maupun wisatawan yang datang ke Cirebon.
āKonsepnya becak motor dihias agar menarik dan memiliki rute wisata yang sudah ditentukan. Nantinya setiap rute juga dilengkapi tarif yang jelas sehingga memudahkan wisatawan memilih paket perjalanan,ā ujar pria yang akrab disapa Kiki, Kamis (16/7).
Kiki menegaskan, pelaku usaha perhotelan siap mendukung penuh program tersebut. Hotel-hotel di Kota Cirebon akan membantu mempromosikan layanan becak wisata melalui brosur maupun materi promosi yang diberikan kepada tamu yang menginap.
āKami teman-teman hotel siap mempromosikan kepada para tamu dengan membuat flyer berisi informasi dan promo wisata. Kami yakin banyak tamu yang sebenarnya ingin berkeliling Kota Cirebon, hanya saja membutuhkan sarana yang mudah, menarik, dan nyaman,ā katanya.
Selain memberikan pengalaman baru bagi wisatawan, program tersebut juga dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi para pengemudi becak yang sudah ada.
Kiki berharap pengemudi becak konvensional dapat dilibatkan sebagai operator becak motor wisata sehingga memperoleh nilai tambah dari sektor pariwisata.
āIni juga bisa menjadi peluang peningkatan pendapatan bagi para tukang becak yang sudah ada. Jadi bukan hanya mendukung pariwisata, tetapi juga memberdayakan masyarakat,ā ungkapnya.
Menurut Kiki, pengembangan atraksi wisata menjadi kebutuhan yang harus terus dilakukan. Selama ini Kota Cirebon dikenal kuat sebagai destinasi wisata kuliner, namun diperlukan lebih banyak pilihan aktivitas agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama.
āKalau hanya mengandalkan kuliner tentu kurang. Kota harus terus dibenahi dan destinasi maupun atraksi wisata juga perlu diperbanyak agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan saat berkunjung,ā jelasnya.
PHRI juga menilai penyelenggaraan berbagai agenda berskala besar terbukti memberikan dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel. Periode Juni hingga awal Juli 2026 menjadi salah satu masa terbaik bagi industri perhotelan karena bertepatan dengan libur sekolah dan sejumlah kegiatan besar.
Kiki menyebut tingkat okupansi hotel selama Juni rata-rata berada di kisaran 70 hingga 80 persen. Sementara pada pekan pertama Juli, tingkat hunian juga bertahan di angka yang sama, bahkan di sejumlah hotel mampu melampaui 80 persen karena didorong momentum libur sekolah.
Menurutnya, penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah (Porsenitas) menjadi salah satu faktor yang memberikan dampak paling besar terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan dan okupansi hotel.
āEvent seperti Porsenitas sangat terasa dampaknya bagi industri pariwisata. Berbeda dengan kegiatan lokal yang dampaknya cenderung terbatas, event olahraga berskala besar mampu menghadirkan peserta, ofisial, hingga keluarga yang ikut datang ke Kota Cirebon,ā katanya.
Karena itu, PHRI berharap pemerintah terus menghadirkan agenda olahraga, budaya, maupun kegiatan berskala regional dan nasional secara rutin. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut juga diyakini mampu menggerakkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM di Kota Cirebon.
āSaya optimistis, apabila pengembangan atraksi wisata dibarengi dengan penyelenggaraan event berkualitas secara berkelanjutan, maka daya saing pariwisata Kota Cirebon akan semakin meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,ā pungkasnya. (Agus)










































































































Discussion about this post