KUNINGAN, (FC).- Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEPA) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan menggelar Webinar Nasional Teknologi Pangan bertema
“Sinergi CPPOB dan HACCP dalam Menjamin Keamanan dan Mutu Produk Pangan”, Kamis (29/1).
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Webinar dibuka secara resmi oleh Rektor UNISA Nurul Iman Hima Amrullah, yang menekankan pentingnya penerapan sistem keamanan pangan terintegrasi untuk menjawab tantangan industri pangan di era globalisasi.
Ia juga mengapresiasi peran aktif HIMATEPA yang konsisten menghadirkan kegiatan akademik edukatif dan relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Shifa Atiyatul Hasanah, dosen Teknologi Pangan UNISA Kuningan, memaparkan konsep serta implementasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sebagai fondasi utama dalam menjamin keamanan dan mutu produk pangan.
Menurutnya, penerapan CPPOB menjadi langkah krusial sebelum industri menerapkan sistem manajemen keamanan pangan lanjutan seperti Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
“CPPOB bukan hanya kewajiban administratif, tetapi menjadi dasar pembentukan budaya mutu dan keamanan pangan di setiap lini produksi,” ujar Shifa.
Sementara itu, Virginanty Djuanda dari Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia (APKEPI), mengulas secara komprehensif konsep HACCP serta urgensi sinerginya dengan CPPOB.
Ia menegaskan, penerapan kedua sistem secara terpadu mampu meminimalkan risiko bahaya pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan nasional di pasar global.
“Sinergi CPPOB dan HACCP menjadi kunci penting dalam membangun sistem jaminan mutu yang efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada perlindungan konsumen,” jelasnya.
Ketua Panitia Webinar Nasional HIMATEPA UNISA Kuningan menyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan mahasiswa, akademisi, dan praktisi mengenai pentingnya standar keamanan pangan berkelanjutan.
“Melalui webinar ini, kami berharap peserta memahami bahwa CPPOB dan HACCP bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga mutu produk dan kepercayaan konsumen,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HIMATEPA UNISA Kuningan berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan serta meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya keamanan pangan, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. (Angga)














































































































Discussion about this post