KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat penanganan stunting melalui program perbaikan gizi keluarga. Upaya tersebut dilakukan salah satunya dengan menyalurkan bantuan pangan intervensi berbasis hasil analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) Tahun 2026 di Desa Karangmuncang, Kecamatan Cigandamekar, Senin (25/5).
Kegiatan dibuka langsung Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Forkopimcam Cigandamekar, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta pemerintah desa.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan.
“Persoalan pangan dan gizi bukan sekadar soal isi perut. Ini soal martabat keluarga dan kualitas generasi,” ujarnya.
Menurutnya, pemenuhan gizi keluarga menjadi langkah penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Ia menjelaskan, penanganan stunting di Kabupaten Kuningan dilakukan berbasis data melalui Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) agar intervensi yang diberikan lebih tepat sasaran.
“Kita bekerja berbasis data, bekerja dengan hati, dan bekerja dengan rasa kemanusiaan. Pemerintah ingin memastikan negara hadir sampai ke dapur rakyat,” katanya.
Bupati juga mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk lebih memperhatikan asupan gizi anak, kesehatan ibu hamil, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan bantuan pangan disalurkan kepada 100 penerima manfaat di Desa Karangmuncang dan Desa Babakanjati, Kecamatan Cigandamekar.
Bantuan yang diberikan berupa beras lima kilogram, telur, daging ayam, dan susu UHT untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, terutama ibu dan anak.
Menurut Wahyu, program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dalam menekan angka stunting melalui intervensi pangan bergizi yang tepat sasaran.
“Anak-anak yang sehat merupakan fondasi kuat bagi generasi masa depan. Karena itu pemerintah hadir memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, aparat desa, hingga masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati Dian juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, kader Posyandu, aparat desa, dan camat yang aktif mendampingi penanganan stunting di lapangan.
“Kebahagiaan seorang pemimpin adalah ketika melihat masyarakat tersenyum, anak-anak tumbuh sehat, dan rakyat merasa diperhatikan,” pungkasnya. (Angga)










































































































Discussion about this post