KUNINGAN, (FC).- Bupati Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar, meminta para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) meningkatkan peran dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Penyuluh KB dinilai tidak cukup hanya menjalankan program keluarga berencana, tetapi juga harus hadir sebagai penggerak perubahan sosial.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Dian saat pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (DPC IPeKB) Kabupaten Kuningan masa bakti 2026-2030 di Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (25/5).
Menurutnya, penyuluh KB merupakan ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam membangun keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas.
“Penyuluh KB harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial,” tegas Dian.
Ia menilai sejumlah persoalan seperti stunting, pernikahan usia dini, kemiskinan, hingga rendahnya kualitas sumber daya manusia membutuhkan keterlibatan aktif para penyuluh KB.
Dalam kondisi tersebut, penyuluh dituntut berperan sebagai pendamping, motivator, fasilitator, sekaligus agen perubahan di lingkungan masyarakat.
“Penyuluh KB tidak hanya berfokus pada program keluarga berencana, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya.
Pengukuhan pengurus DPC IPeKB Kabupaten Kuningan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Daerah IPeKB Indonesia Provinsi Jawa Barat Nomor 05/Kep/IPeKB-IND/DPD JBR/V/2026 tentang pengesahan kepengurusan masa bakti 2026-2030.
Bupati Dian juga mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat organisasi sekaligus mendukung pembangunan keluarga di Kabupaten Kuningan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus. Amanah ini harus dijalankan dengan tanggung jawab, profesional, solid, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Apip Ropi’i, menegaskan pembangunan keluarga menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, penyuluh KB memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui edukasi, pendampingan, penggerakan, hingga pemberdayaan keluarga.
“IPeKB diharapkan menjadi wadah penguatan profesionalisme, kompetensi, solidaritas, dan pengembangan kapasitas penyuluh KB,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap IPeKB semakin aktif memperkuat pelayanan dan pendampingan masyarakat guna mewujudkan keluarga yang tangguh, harmonis, dan berkualitas. (Angga)













































































































Discussion about this post