KAB. CIREBON, (FC).– Penurunan kualitas tebu akibat keterlambatan masa tanam menjadi tantangan yang dihadapi PG Tersana Baru pada musim giling 2026. Meski demikian, manajemen pabrik tetap optimistis target produksi gula dapat tercapai melalui optimalisasi produksi dan revitalisasi mesin pabrik.
Hal itu disampaikan General Manager PG Tersana Baru, Sigit Ermunanto, saat menghadiri tradisi selamatan giling di Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Senin (25/5/2026).
Menurut Sigit, kualitas tebu tahun ini diperkirakan menurun sekitar 10 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi keterlambatan masa tanam akibat lambatnya dukungan pembiayaan kepada petani, selain faktor serangan hama.
Ia mengatakan, ketepatan pembiayaan menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas tebu petani.
“Kalau pembiayaan bisa diterima tepat waktu, kualitas dan produktivitas tebu masih bisa lebih optimal. Namun kami tetap berupaya agar target produksi dapat tercapai,” ujarnya.
Sigit menjelaskan, tradisi selamatan giling yang rutin digelar setiap tahun menjadi simbol kesiapan pabrik menghadapi musim tebang dan giling tebu.
Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan tersebut juga menandai dimulainya rangkaian operasional pabrik gula untuk musim giling tahun 2026.
“Selamatan ini menjadi tanda kesiapan PG Tersana Baru menghadapi musim giling. Harapannya hasil tebu petani tetap maksimal sehingga kualitas gula yang dihasilkan juga baik,” katanya.
Di tengah tantangan produksi, PG Tersana Baru terus melakukan revitalisasi dan modernisasi mesin produksi. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung program swasembada gula nasional.
Meski telah berdiri sejak tahun 1937, pabrik gula tersebut terus melakukan pembaruan teknologi agar mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi.
Pada musim giling tahun ini, PG Tersana Baru menargetkan penggilingan sekitar 3,7 juta kuintal tebu dengan target produksi gula mencapai 271.500 ton.
Sementara target rendemen ditetapkan sebesar 7,45 persen dengan kapasitas giling pabrik mencapai 30 ribu ton per hari.
Pihak manajemen juga menargetkan operasional giling berlangsung selama kurang lebih 130 hari tanpa gangguan teknis maupun kerusakan mesin yang dapat menghambat produksi.
“Kami berharap selama masa giling tidak ada gangguan mesin atau jam berhenti yang tidak diinginkan sehingga proses produksi berjalan lancar sampai akhir musim,” ucapnya.
Sigit menambahkan, sekitar 50 persen pasokan tebu PG Tersana Baru berasal dari wilayah lokal, sedangkan sisanya dipasok dari luar provinsi. Total luas lahan tebu pemasok pabrik mencapai sekitar 2.700 hektare. (Nawawi)













































































































Discussion about this post