KUNINGAN, (FC).- Ketidakhadiran Bupati Kuningan dan Sekretaris Daerah (Sekda) dalam aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Gedung DPRD Kabupaten Kuningan berbuntut panjang. Mahasiswa menyatakan kecewa dan menyiapkan aksi lanjutan dengan skala lebih besar.
Koordinator aksi, M. Al Ghifari Kusumawardany, menilai absennya pihak eksekutif membuat forum penyampaian aspirasi tidak berjalan maksimal. Padahal, Bupati dan Sekda disebut telah diundang secara resmi untuk memberikan klarifikasi.
“Kami datang membawa data dan tuntutan yang jelas. Ketika pihak yang berwenang tidak hadir, ini mencerminkan lemahnya transparansi pemerintah,” ujarnya, Kamis (16/4).
Dalam aksi tersebut, HMI menyoroti dua isu utama. Pertama, dugaan perubahan angka Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Nilai temuan yang sebelumnya Rp8,6 miliar disebut menyusut menjadi Rp3,2 miliar setelah rapat tertutup dengan Komisi IV DPRD.
Kedua, mahasiswa mempertanyakan pengelolaan dana Taspen bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dinilai belum dijelaskan secara komprehensif oleh pemerintah daerah.
Menurut Ghifari, ketidakhadiran eksekutif justru memperkuat kecurigaan publik terhadap kedua persoalan tersebut. Karena itu, HMI memastikan akan menggelar aksi lanjutan.
“Kami akan konsolidasi dan menyiapkan aksi jilid dua yang langsung menyasar Kantor Pemerintah Daerah. Kami ingin ada klarifikasi langsung dari Bupati,” tegasnya.
Konsolidasi rencananya digelar Jumat (17/4) untuk mematangkan strategi, termasuk peningkatan jumlah massa.
HMI juga mendesak DPRD Kabupaten Kuningan segera memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) terbuka dengan menghadirkan pihak eksekutif dan instansi terkait.
“Kami ingin semuanya dibuka secara terang. Ini menyangkut uang negara dan hak publik untuk tahu,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Kuningan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran Bupati dan Sekda dalam aksi tersebut. (Angga)










































































































Discussion about this post