KUNINGAN, (FC).- Dugaan keterlibatan pelajar dalam peredaran narkotika kembali mencuat di Kabupaten Kuningan. Empat siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika jenis sintetis atau sinte.
Tiga di antaranya disebut berperan sebagai pengedar dengan nilai transaksi yang kabarnya mencapai miliaran rupiah setiap bulan.
Kasus tersebut terungkap setelah aparat melakukan penggerebekan di salah satu rumah pelajar yang diduga terkait dengan aktivitas peredaran sinte. Dari pengungkapan itu, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada praktik distribusi narkotika sintetis.
Berdasarkan informasi yang beredar, transaksi diduga dilakukan melalui komunikasi dalam grup WhatsApp. Narkotika jenis sinte tersebut disebut dipasarkan dengan modus dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape sebelum dijual kepada pengguna.
Meski diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika, keempat pelajar tersebut tidak menjalani penahanan karena masih berstatus anak di bawah umur. Mereka juga diketahui masih tercatat sebagai siswa aktif dan tetap mengikuti proses pendidikan secara daring.
Konselor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kuningan, Indah Wulansari, membenarkan pihaknya saat ini memberikan pendampingan terhadap para pelajar yang terseret dalam kasus tersebut.
“Tidak dikeluarkan dari sekolah, karena masih akan mengikuti ujian. Untuk sementara mereka mengikuti pembelajaran secara daring,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/6).
Menurut Indah, pendampingan dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, sekaligus memastikan hak-hak pendidikan mereka tetap terpenuhi selama proses penanganan berlangsung.
Hingga kini, aparat penegak hukum belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum para pelajar maupun rincian barang bukti yang diamankan.
Informasi mengenai nilai transaksi yang mencapai miliaran rupiah per bulan juga masih menunggu hasil pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus tersebut saat ini masih dalam proses pengembangan. Aparat diduga terus menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik peredaran narkotika jenis sinte yang melibatkan para pelajar tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian berbagai pihak karena melibatkan anak usia sekolah. Selain penegakan hukum, upaya pendampingan, pembinaan, dan pencegahan dinilai penting untuk menghindari keterlibatan generasi muda dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. (Angga)











































































































Discussion about this post