KUNINGAN, (FC).- Kasus dugaan pencatutan identitas untuk pembelian mobil mewah jenis Ferrari di Kabupaten Kuningan memasuki babak baru.
Korban, Rizal Nurdimansyah, melaporkan peristiwa tersebut ke Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan, Kamis (16/4).
Kasatreskrim Polres Kuningan, Abdul Aziz, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait dugaan pemalsuan identitas.
“Berdasarkan laporan dari saudara Rizal, kami akan melakukan proses penyelidikan. Dari laporan awal, diduga ada pemalsuan identitas,” ujarnya.
Rizal mengaku baru mengetahui namanya dicatut setelah mendapat informasi dari rekannya. Ia kemudian melakukan pengecekan ke Samsat Kuningan dan mendapati sejumlah kendaraan terdaftar atas namanya.
“Saya diberi tahu teman, katanya saya membeli mobil Ferrari. Setelah dicek ke Samsat, ternyata benar ada tiga kendaraan atas nama saya,” ungkapnya.
Dari hasil pengecekan, tercatat dua unit mobil dan satu sepeda motor menggunakan identitasnya.
Namun, Rizal menegaskan hanya satu kendaraan yang benar-benar miliknya, yakni Toyota Kijang berbahan bakar solar.
“Yang benar milik saya hanya Toyota Kijang. Ferrari dan satu motor itu bukan milik saya,” tegasnya.
Ia menilai pencatutan identitas tersebut merugikan, terutama karena berpotensi menimbulkan beban pajak dalam jumlah besar.
“Kami khawatir harus menanggung pajak ratusan juta, padahal tidak pernah membeli. Ini jelas merugikan,” ujarnya.
Selain itu, Rizal juga khawatir identitasnya kembali disalahgunakan. Ia berharap kasus tersebut segera diusut tuntas.
Saat melakukan pengecekan di Samsat, Rizal diarahkan ke bagian pemberkasan setelah ditemukan beberapa kendaraan atas namanya melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Ternyata ada tiga kendaraan. Petugas menyarankan untuk diblokir, dan saya langsung lakukan pemblokiran lewat aplikasi,” jelasnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab serta memastikan unsur pidana dalam kasus tersebut. (Angga)










































































































Discussion about this post