KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menata pedagang kaki lima (PKL) dengan menyediakan shelter yang lebih representatif. Langkah ini untuk menertibkan pedagang yang sebelumnya berjualan di badan jalan, khususnya di kawasan Jalan Dewa Sartika.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Cirebon, Suhartono, mengatakan penyediaan shelter merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang usaha yang layak bagi pedagang.
“Konsepnya bagaimana pemerintah daerah menyediakan tempat yang nyaman bagi pedagang yang sebelumnya berjualan di badan jalan,” ujarnya, Kamis (16/4).
Sejumlah shelter telah disiapkan di beberapa titik, di antaranya di samping taman parkir Jalan Sultan Agung, Shelter Watu Belah, Shelter Sumbawa di belakang Kampus UMC, serta pusat kuliner di belakang Pasar Batik.
Namun, dari total sekitar 43 shelter yang dibangun, tingkat keterisian masih sekitar 50 persen.
“Yang aktif menempati baru sekitar setengahnya. Kios yang belum terisi akan kita upayakan agar bisa dimanfaatkan,” katanya.
Untuk meningkatkan daya tarik, pemerintah berencana menghadirkan hiburan di area shelter, seperti pertunjukan musik dan tarian, guna menarik pengunjung.
“Ke depan akan kita tampilkan hiburan, supaya pengunjung lebih tertarik datang dan berbelanja,” tambahnya.
Upaya serupa sebelumnya telah diterapkan di pusat kuliner belakang Pasar Batik dan dinilai mampu meningkatkan pendapatan pedagang.
Meski demikian, optimalisasi shelter masih terkendala keterbatasan anggaran. Pemerintah akan memprioritaskan peningkatan layanan agar pedagang dan pembeli sama-sama merasa nyaman.
“Kita optimalkan dari sisi layanan, agar pedagang nyaman berjualan dan pembeli mendapat pelayanan maksimal,” tutupnya. (Johan)










































































































Discussion about this post