KAB.CIREBON, (FC).- Ribuan warga memadati lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Kamis (7/5).
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari demi mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati, yang mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Herman Khaeron. Dalam kegiatan itu, sebanyak 3.500 paket kebutuhan pokok disiapkan khusus untuk masyarakat setempat.
Hj. Ratnawati menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat yang digelar di wilayah daerah pemilihannya, meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.
“Kegiatan ini kami laksanakan di 10 titik di daerah pemilihan. Hari ini titik kedua setelah sebelumnya di Desa Buntet,” ujar Ratnawati.
Ia menuturkan, harga kebutuhan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut telah mendapatkan subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, Herman Khaeron juga memberikan bantuan tambahan berupa 1.000 kupon diskon senilai Rp5 ribu untuk masyarakat.
“Setiap komoditas sudah mendapat potongan harga sekitar Rp2 ribu per kilogram. Ditambah kupon diskon, tentu ini sangat membantu masyarakat,” katanya.
Menurut Ratnawati, kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli warga. Ia berharap program itu mampu meringankan pengeluaran keluarga sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan pangan masyarakat.
“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat baik. Kami berharap kegiatan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DKPP Provinsi Jawa Barat, Ema Armia Nadia, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan program unggulan yang telah berjalan sejak 2023 untuk menjaga keterjangkauan harga pangan di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, DKPP menyediakan sedikitnya 12 jenis komoditas pangan, mulai dari beras, telur, gula pasir, minyak goreng, sayuran, hingga daging ayam dan sapi.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan strategis dengan harga stabil dan terjangkau,” jelas Ema.
Ia juga mengakui kondisi ekonomi global turut memengaruhi harga sejumlah komoditas, terutama minyak goreng dan gula pasir. Namun demikian, untuk pasokan beras di Jawa Barat dipastikan masih aman karena saat ini tengah memasuki masa panen raya.
“Yang paling terasa kenaikannya memang minyak goreng. Tetapi untuk beras, stok masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah berharap ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga serta mampu membantu meringankan beban ekonomi keluarga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. (Nawawi)














































































































Discussion about this post