KUNINGAN, (FC).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan terus mendorong pengembangan potensi pelajar melalui ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Kuningan.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang unjuk bakat siswa di bidang olahraga, seni, dan sastra sebelum melaju ke kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
Kepala Disdikbud Kuningan, Carlan melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, Surya, mengatakan O2SN dan FLS3N merupakan bagian dari program pembinaan berjenjang untuk mencetak generasi pelajar yang unggul dan berprestasi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan potensi terbaiknya, baik di bidang olahraga maupun seni,” ujar Surya, Rabu (13/5).
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan O2SN terdapat empat cabang utama yang dipertandingkan, yakni atletik di Stadion Mashud Wisnusaputra, pencak silat di IPSI, renang di Sanggariang, serta bulu tangkis di GOR Andri Musti.
Menurutnya, seluruh cabang tersebut merupakan kompetisi resmi yang dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat nasional sehingga pembinaannya dilakukan secara serius dan terstruktur.
Selain cabang utama, Disdikbud juga membuka sejumlah cabang olahraga tambahan pada hari kedua dan ketiga pelaksanaan kegiatan sebagai sarana pengembangan minat dan bakat siswa.
“Pada hari kedua ada futsal di Abah Maja, voli putra dan putri di GOR Ewangga, taekwondo di GOR Gerhawangi, serta catur. Kemudian hari ketiga ditambah tenis meja di Sangkanhurip,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan final futsal dan voli, serta pelaksanaan FLS3N yang mempertandingkan tujuh cabang seni dan sastra tingkat pelajar.
Surya menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari proses pembinaan karakter, sportivitas, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa.
“Kami ingin anak-anak memiliki ruang berkembang. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana melahirkan bibit unggul yang bisa berprestasi di masa depan,” katanya.
Selain O2SN dan FLS3N, Disdikbud Kuningan juga telah menyiapkan agenda pembinaan lainnya seperti Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat kabupaten yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei di GOR Gerhawangi, serta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang akan digelar Bidang Kebudayaan.
Surya turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah, guru, pembina, dan pihak terkait yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Dukungan semua pihak sangat penting untuk keberhasilan kegiatan ini dan kemajuan prestasi pelajar di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Ia berharap ajang pembinaan pelajar seperti O2SN dan FLS3N dapat terus berlanjut setiap tahun dengan kualitas yang semakin baik dan mampu melahirkan siswa berprestasi hingga tingkat nasional.
Selain pengembangan non-akademik, Disdikbud Kuningan juga tetap mendorong partisipasi siswa dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) berbasis daring sebagai bagian dari penguatan prestasi akademik pelajar. (Angga)









































































































Discussion about this post